KlikSiber.com — Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi, menegaskan pentingnya menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, inklusif, dan bebas dari praktik perundungan (bullying) bagi seluruh anak Indonesia.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Hal tersebut disampaikannya saat melakukan kunjungan kerja ke Sekolah Rakyat Terintegrasi 5 Ponorogo pada Selasa (31/3/2026).

Dalam kunjungannya, Menteri PPPA meninjau langsung berbagai fasilitas pendidikan yang tersedia, mulai dari asrama siswa hingga ruang kelas yang digunakan untuk kegiatan belajar mengajar. Ia memastikan bahwa sarana dan prasarana yang ada telah memenuhi standar sebagai lingkungan yang ramah anak serta mampu mendukung tumbuh kembang siswa secara optimal.

“Sekolah harus menjadi ruang yang aman dan mendukung bagi anak untuk belajar, berkembang, serta membangun karakter secara positif. Tidak boleh ada ruang bagi perundungan yang dapat menghambat masa depan anak-anak kita,” ujar Arifah Fauzi.

Menurutnya, lingkungan pendidikan yang kondusif tidak hanya berpengaruh pada prestasi akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter dan kesehatan mental anak. Oleh karena itu, ia mendorong seluruh pihak, baik tenaga pendidik maupun pengelola sekolah, untuk aktif menciptakan suasana belajar yang nyaman dan aman.

Menteri PPPA juga memberikan apresiasi terhadap fasilitas yang tersedia di Sekolah Rakyat Ponorogo. Ia menilai bahwa lingkungan sekolah yang bersih, udara yang sejuk, serta fasilitas yang memadai menjadi faktor penting dalam menunjang proses belajar siswa.

“Anak-anak di sini mendapatkan fasilitas yang sangat baik, mulai dari tempat tinggal yang layak hingga konsumsi yang terjamin, yakni tiga kali makan dan dua kali makanan ringan setiap harinya. Ini menunjukkan komitmen kuat dalam mendukung kebutuhan dasar mereka,” ungkapnya.

Program Sekolah Rakyat sendiri merupakan inisiatif dari Kementerian Sosial Republik Indonesia yang ditujukan bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem. Melalui sistem pendidikan berasrama yang gratis, program ini diharapkan mampu memutus rantai kemiskinan sekaligus mencetak generasi muda yang berkarakter dan memiliki keterampilan.

Arifah Fauzi menilai bahwa Sekolah Rakyat merupakan bentuk investasi jangka panjang negara dalam menyiapkan sumber daya manusia unggul di masa depan. Ia juga menyebut bahwa program ini sejalan dengan visi Presiden Prabowo Subianto yang menempatkan pendidikan sebagai hak fundamental bagi seluruh anak bangsa tanpa terkecuali.

“Tidak boleh ada anak Indonesia yang tertinggal dalam hal pendidikan. Semua anak memiliki hak yang sama untuk belajar dan meraih cita-citanya,” tegasnya.

Kunjungan ini sekaligus menjadi bukti komitmen pemerintah dalam memastikan bahwa setiap program pendidikan berjalan sesuai dengan prinsip perlindungan anak. Sekolah Rakyat Ponorogo dinilai telah menjadi contoh nyata bagaimana pendidikan berbasis komunitas dapat berjalan efektif, inklusif, dan berorientasi pada kesejahteraan anak.

Dengan dukungan lintas sektor, diharapkan program serupa dapat terus dikembangkan di berbagai daerah, sehingga semakin banyak anak Indonesia yang mendapatkan akses pendidikan berkualitas dalam lingkungan yang aman dan mendukung.