KlikSiber.com – Kontestan Liga 4 Nasional asal Palu, Sulawesi Tengah, Celebest FC, sukses menunjukkan taringnya dalam laga uji coba pemungkas jelang bergulirnya kompetisi resmi. Tim yang dimiliki oleh gitaris grup musik legendaris Slank, Abdi Negara Nurdin alias Abdee Negara ini, tampil perkasa dengan melibas Keeltjes Soccer Academy (KSA) Surabaya lewat skor telak 5-0 di Lapangan Brigif Marinir, Gedangan, Sidoarjo, Jumat sore (22/5/2025).
Kemenangan meyakinkan ini menjadi modal berharga sekaligus sinyal kewaspadaan bagi calon lawan mereka di Babak 64 Besar Liga 4 Nasional. Menatap kompetisi kasta keempat sepak bola Indonesia tersebut, Celebest FC tampaknya tidak ingin sekadar menjadi tim pelengkap.
Sejak peluit sepak mula ditiup, Celebest FC langsung mengambil inisiatif serangan. Mengandalkan kolektivitas permainan yang rapi, Tanduk Anoa julukan Celebest FC berhasil memecah kebuntuan pada menit ke-11 melalui penyelesaian akhir yang tenang dari Sakti. Gol tersebut menjadi satu-satunya pembeda di babak pertama, menutup paruh laga dengan skor 1-0.
Memasuki babak kedua, tim asuhan kepelatihan Celebest FC melakukan rotasi besar-besaran. Strategi ini terbukti jitu untuk menjaga intensitas tekanan. Pada menit ke-48, Ucit berhasil menggandakan keunggulan menjadi 2-0. Hanya berselang tiga menit, tepatnya pada menit ke-51, giliran Sultan Anas yang mencatatkan namanya di papan skor.
Ucit kembali menunjukkan ketajamannya dengan mencetak gol kedua (brace) pada menit ke-55, sebelum akhirnya pesta gol Celebest FC ditutup dengan manis oleh eksekusi Zabir pada menit ke-62. Skor 5-0 bertahan hingga laga usai.
Manajer Celebest FC, Ahmadi HB Buraera, menyatakan bahwa laga kontra KSA Surabaya ini sengaja dimanfaatkan untuk menguji seluruh kedalaman skuad. Selain menyatukan visi bermain antara pilar lama dan baru, uji coba ini bertujuan mendongkrak aspek psikologis tim.
“Lawan KSA menjadi uji coba terakhir karena Babak 64 Besar Liga 4 Nasional sudah semakin dekat. Minggu atau Senin depan, kami sudah berangkat ke Solo sebagai kota tempat pertandingan grup kami bermain,” kata Ahmadi.
Ahmadi juga membeberkan alasan memilih lawan di luar kompetisi Liga 4. Langkah ini diambil secara sengaja agar para pemain bisa bermain lepas sekaligus mengembalikan kepercayaan diri setelah melewati rangkaian latihan fisik yang berat.
“Saya sengaja mencari lawan yang bukan sesama Liga 4 supaya kepercayaan diri pemain Celebes juga ikut meningkat dari hasil pertandingan tadi,” tambahnya.
Selama menjalani pemusatan latihan (training center) di area Surabaya dan Sidoarjo, Celebest FC tercatat telah melakoni empat laga uji coba dengan hasil tiga kemenangan dan satu kekalahan.
Pada laga pertama, mereka sempat takluk 0-1 dari sesama wakil Liga 4 asal Jawa Timur, PS Mojokerto Putra (PSMP). Menurut Ahmadi, kekalahan itu terjadi karena komposisi tim belum lengkap. “Kalah lawan PSMP karena beberapa pemain inti Celebest belum datang,” ungkapnya.
Namun setelah itu, performa tim yang diperkuat oleh sejumlah pilar eks PON Sulawesi Tengah ini terus melesat. Mereka sukses menumbangkan Deltras U-19 dengan skor 3-2, mencukur klub internal Semut Hitam 5-0, dan terakhir menggulung KSA Surabaya dengan skor serupa.
Menariknya, Celebest FC berpeluang langsung membalas kekalahan mereka atas PSMP di panggung resmi. Berdasarkan hasil pengundian, kedua tim berada di dalam grup yang sama, yakni Grup K, bersama dua tim kuat lainnya: Persiker Keerom (Papua) dan Perslotim Lombok Timur (Nusa Tenggara Barat). Seluruh pertandingan Grup K rencananya akan dihelat di Stadion Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta.
Ahmadi mengakui, atmosfer sepak bola di Jawa Timur memberikan banyak keuntungan bagi persiapan timnya, terutama kemudahan dalam memetakan kekuatan dan mencari lawan tanding yang kompetitif.
Target Celebest FC musim ini sudah bulat dan tidak bisa ditawar lagi: promosi ke Liga 3. Ambisi besar ini diusung untuk membayar kegagalan dramatis pada musim 2024/2025 lalu, di mana langkah mereka harus terhenti di babak 16 besar karena kalah bersaing memperebutkan tiket juara grup maupun runner-up. Berbekal komposisi yang lebih solid, klub rock n’ roll asal Palu ini optimistis mampu terbang lebih tinggi di Solo nanti.


