KlikSiber.com – Suasana di lingkungan Pemerintah Kabupaten Gresik mendadak geger setelah terungkap adanya belasan orang yang mengaku sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) dengan menggunakan Surat Keputusan (SK) pengangkatan palsu.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Kasus ini menjadi perhatian publik karena para pelaku sempat beraktivitas layaknya pegawai resmi di sejumlah instansi pemerintah.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, sebanyak 15 orang datang ke beberapa kantor Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dengan mengenakan seragam dinas lengkap. Mereka terlihat percaya diri dan berbaur dengan pegawai lain tanpa menimbulkan kecurigaan pada awalnya. Bahkan, dalam sebuah rekaman CCTV yang beredar, mereka tampak mengikuti apel pagi bersama ASN lainnya serta melakukan interaksi seperti bersalaman dengan pegawai resmi.

Aksi tersebut mulai terungkap ketika salah satu dari mereka mencoba menunjukkan dokumen SK pengangkatan ASN tahun 2024 kepada pejabat setempat. Kejanggalan pada format dan isi dokumen langsung menimbulkan kecurigaan. Setelah dilakukan pemeriksaan lebih lanjut, SK tersebut dipastikan tidak sah alias palsu.

Dari hasil penelusuran, diketahui bahwa 15 orang tersebut bukanlah pelaku utama, melainkan korban penipuan yang dijanjikan dapat menjadi ASN melalui jalur tidak resmi. Mereka sebelumnya diiming-imingi kelulusan instan oleh oknum yang mengaku memiliki akses ke proses rekrutmen ASN. Untuk meyakinkan korban, pelaku bahkan memberikan dokumen SK palsu sebagai bukti pengangkatan.

Para korban diketahui telah menyerahkan sejumlah uang dengan nominal bervariasi, serta melengkapi berbagai persyaratan administrasi sesuai arahan pelaku. Ironisnya, di antara korban terdapat seorang perempuan yang sedang hamil, serta peserta lain yang datang didampingi orang tuanya yang merupakan pejabat di lingkungan setempat.

Peristiwa ini menjadi pengingat keras bahwa proses rekrutmen ASN di Indonesia dilakukan secara resmi, transparan, dan berbasis sistem, seperti melalui seleksi Computer Assisted Test (CAT). Pemerintah tidak pernah membuka jalur khusus atau “titipan” dalam penerimaan ASN.

Pemerintah Kabupaten Gresik mengimbau masyarakat untuk lebih waspada terhadap segala bentuk penawaran yang menjanjikan kemudahan menjadi ASN. Warga diminta untuk selalu memverifikasi informasi melalui kanal resmi pemerintah guna menghindari menjadi korban penipuan serupa.

Kasus ini juga menegaskan pentingnya literasi digital dan kehati-hatian masyarakat dalam menerima informasi, terutama yang berkaitan dengan peluang kerja di sektor pemerintahan.

Dengan meningkatnya kesadaran publik, diharapkan praktik penipuan berkedok rekrutmen ASN dapat diminimalisir di masa mendatang.