KlikSiber.com – Kabupaten Probolinggo kembali mempertegas posisinya sebagai destinasi wisata petualangan unggulan di Jawa Timur.
Pasca peresmian Grand Opening pada Sabtu (4/4/2026), sebuah permata tersembunyi di Desa Pesawahan, Kecamatan Tiris, kini tengah viral dan menjadi buruan para pelancong. Destinasi tersebut adalah Probolinggo Rafting, sebuah wahana arung jeram yang menawarkan sensasi berbeda dari destinasi serupa lainnya.
Memasuki hari kedua operasional, Minggu (5/4/2026), antrean panjang peserta sudah terlihat sejak pagi hari. Ratusan pengunjung yang didominasi oleh anak muda dan komunitas pecinta alam tampak antusias mengenakan perlengkapan keselamatan, siap untuk menaklukkan derasnya aliran sungai yang membelah keasrian Desa Pesawahan.
Salah satu faktor utama yang membuat Probolinggo Rafting mendadak viral di berbagai platform media sosial adalah keindahan alamnya yang masih sangat alami. Berbeda dengan jalur arung jeram di kawasan perkotaan, sungai di Desa Pesawahan ini menyuguhkan air yang jernih dengan latar belakang tebing-tebing hijau dan udara pegunungan yang sejuk.
“Jalur sungai di sini memiliki karakter arus yang sangat variatif. Ada bagian yang tenang untuk kita menikmati pemandangan, tapi banyak juga titik jeram yang benar-benar memacu adrenalin,” ujar salah satu pengunjung asal Malang yang sengaja datang karena penasaran dengan unggahan viral di TikTok.
Keseruan semakin bertambah karena setiap perahu didampingi oleh pemandu profesional yang tidak hanya mahir mengendalikan arus, tetapi juga pandai menghibur peserta dengan berbagai atraksi air yang aman.
Meskipun tajuk utamanya adalah “Siap-siap Basah” dan penuh tantangan, pihak pengelola tidak main-main soal keselamatan. Standar prosedur operasional diterapkan secara ketat. Hal ini mendapat apresiasi langsung dari pihak kepolisian setempat yang turut melakukan pemantauan di lokasi.
Kapolsek Tiris, IPTU Syamsul Arifin, menegaskan bahwa pihaknya memberikan dukungan penuh terhadap pengembangan wisata ini selama aspek keselamatan tetap menjadi panglima.
“Kami menyiagakan personel di beberapa titik strategis jalur rafting untuk memastikan kegiatan berjalan kondusif. Kami bangga melihat antusiasme masyarakat, namun keamanan peserta dan ketertiban lingkungan adalah prioritas yang tidak boleh ditawar,” tegas IPTU Syamsul Arifin saat meninjau lokasi.
Viralnya Probolinggo Rafting tidak hanya membawa kegembiraan bagi para wisatawan, tetapi juga membawa angin segar bagi perekonomian warga Desa Pesawahan. Sektor UMKM lokal mulai merasakan dampak langsung dengan meningkatnya permintaan kuliner khas desa, penyewaan homestay, hingga jasa transportasi lokal.
Pemerintah desa setempat berharap, dengan dukungan promosi yang konsisten dan pengelolaan yang profesional, Probolinggo Rafting tidak hanya menjadi tren sesaat, melainkan menjadi ikon wisata berkelanjutan yang mampu mengangkat kesejahteraan masyarakat di lereng Gunung Argopuro tersebut.
Bagi Anda yang mencari alternatif liburan di akhir pekan ini, Probolinggo Rafting di Desa Pesawahan adalah jawaban tepat. Jadi, siapkan pakaian ganti Anda, ajak kerabat, dan bersiaplah merasakan sensasi basah-basahan di tengah pesona alam Tiris yang memukau.


