KlikSiber.com – Sektor kerajinan dan ekonomi kreatif di Kabupaten Jombang, Jawa Timur, bersiap memasuki peta persaingan yang lebih luas. Hal ini ditandai dengan pengukuhan pengurus Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Jombang masa bakti 2025–2030 yang berlangsung khidmat di Pendopo Kabupaten Jombang, Jumat (13/2/2026).
Pelantikan yang dipimpin langsung oleh Ketua Dekranasda Kabupaten Jombang, Yuliati Nugrahani Warsubi, ini menjadi sinyal kuat penguatan komitmen pemerintah daerah dalam mengeskalasi kelas produk UMKM lokal. Acara ini turut dihadiri oleh Ketua Dekranasda Jawa Timur, Arumi Bachsin Emil Dardak, Wakil Bupati Jombang Salmanudin, Sekretaris Daerah Agus Purnomo, serta jajaran Forkopimda.
Dalam pidato perdananya usai pelantikan, Yuliati Nugrahani Warsubi menegaskan visinya untuk menjadikan Dekranasda bukan sekadar organisasi administratif, melainkan “rumah besar” bagi para perajin. Fokus utama kepengurusan periode ini adalah pada peningkatan nilai tambah produk dan standarisasi kualitas agar mampu menembus pasar internasional.
“Kami ingin memastikan setiap perajin di Jombang mendapatkan pendampingan yang tepat, mulai dari hulu hingga ke hilir. Sinergi lintas sektor akan diperkuat agar produk lokal kita tidak hanya jago kandang, tapi dikenal luas secara global,” tegas Yuliati.
Ia menambahkan bahwa peran strategis Dekranasda ke depan adalah memfasilitasi akses permodalan dan pelatihan teknis yang relevan dengan tren pasar saat ini, seperti desain yang berkelanjutan (sustainable design) dan manajemen produksi yang efisien.
Kehadiran Arumi Bachsin Emil Dardak selaku Ketua Dekranasda Jawa Timur memberikan catatan penting bagi pengurus baru. Arumi menekankan bahwa keterlibatan para kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dalam struktur kepengurusan harus melahirkan aksi nyata, bukan sekadar nama di atas kertas.
“Dekranasda adalah wadah kolaborasi antara pemerintah, akademisi, dan swasta. Kehadiran para pejabat daerah di sini adalah tanggung jawab besar untuk mengawal UMKM. Jangan sampai organisasi ini terjebak dalam rutinitas seremonial tanpa dampak nyata bagi perut rakyat,” ujar Arumi dengan lugas.
Menurut Arumi, Jombang memiliki potensi kriya yang sangat khas. Namun, tantangan terbesarnya adalah konsistensi produksi dan adaptasi teknologi digital. Ia mendorong pengurus baru untuk lebih agresif dalam melakukan pemasaran digital (digital marketing) guna memperpendek jarak antara perajin dan konsumen global.
Mewakili Bupati Jombang, Wakil Bupati Salmanudin menyatakan bahwa pemerintah daerah siap memberikan dukungan infrastruktur dan regulasi yang memihak pada pelaku industri kreatif. Menurutnya, pertumbuhan ekonomi daerah saat ini sangat bergantung pada daya tahan UMKM.
“Potensi perajin kita luar biasa, mulai dari batik, manik-manik, hingga kerajinan kayu. Dengan pembinaan yang tepat pada aspek pengemasan (packaging) dan perluasan akses pasar, saya optimistis ekonomi kreatif akan menjadi tulang punggung kesejahteraan masyarakat Jombang,” ungkap Salmanudin.
Pelantikan ini diharapkan menjadi titik balik ekosistem ekonomi kreatif di Jombang. Dengan komposisi pengurus yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan, Dekranasda Jombang 2025-2030 diharapkan mampu melahirkan terobosan inovatif yang membawa identitas lokal Jombang ke panggung dunia.


