KlikSiber.com – Sejumlah siswa di SDN Mojokendil, Kecamatan Ngronggot, Kabupaten Nganjuk, mengalami gejala mual dan muntah setelah mengonsumsi makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG), Selasa (7/4/2026). Insiden ini menimbulkan kekhawatiran terkait kualitas makanan yang didistribusikan kepada para siswa.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Peristiwa tersebut terjadi setelah pihak sekolah menerima sebanyak 297 porsi makanan MBG yang kemudian dibagikan kepada seluruh siswa. Namun, tak lama setelah makanan dikonsumsi, beberapa siswa, khususnya dari kelas 5, mulai merasakan gejala tidak nyaman seperti mual dan muntah.

Operator SDN Mojokendil, Hendri Duwitas, menjelaskan bahwa kejadian tersebut berlangsung tidak lama setelah siswa menyantap makanan yang dibagikan. Ia menyebutkan bahwa ada satu siswa yang sempat mendapatkan penanganan medis di Puskesmas Mojokendil akibat kondisi yang dialaminya.

“Ada satu anak yang dibawa ke Puskesmas Mojokendil karena mengalami mual, muntah, dan lemas. Namun, berdasarkan informasi yang kami terima, kondisinya sudah membaik dan telah diperbolehkan pulang,” ujarnya.

Mengetahui adanya gejala yang dialami siswa, pihak sekolah langsung melakukan pengecekan terhadap makanan yang dibagikan. Dari hasil pemeriksaan awal, ditemukan bahwa salah satu menu, yakni sayur, diduga dalam kondisi kurang layak konsumsi.

“Setelah kami cek, kondisi sayurnya sudah agak berlendir. Kami langsung mengambil tindakan cepat dengan menginstruksikan kepada seluruh siswa agar tidak melanjutkan konsumsi makanan tersebut,” jelas Hendri.

Langkah cepat pihak sekolah tersebut dinilai penting untuk mencegah dampak yang lebih luas terhadap siswa lainnya. Pihak sekolah juga segera berkoordinasi dengan pihak terkait untuk menangani kejadian tersebut.

Hendri menambahkan bahwa makanan MBG yang didistribusikan ke sekolahnya berasal dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Cengkok Ngronggot. Ia berharap ke depan pihak penyedia dapat lebih memperhatikan kualitas makanan sebelum disalurkan kepada siswa.

“Kami berharap pihak penyedia makanan bisa lebih teliti dan memastikan makanan yang diberikan benar-benar layak konsumsi, karena ini menyangkut kesehatan anak-anak,” tegasnya.

Peristiwa ini menjadi perhatian serius, mengingat program Makan Bergizi Gratis bertujuan untuk meningkatkan asupan gizi siswa. Oleh karena itu, pengawasan terhadap kualitas makanan dinilai perlu diperketat agar kejadian serupa tidak terulang.

Hingga saat ini, kondisi para siswa yang sempat mengalami gejala dilaporkan berangsur membaik. Pihak sekolah bersama instansi terkait masih melakukan pemantauan dan evaluasi guna memastikan keamanan serta kualitas program MBG di masa mendatang.