KlikSiber.com – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia, Prof Abdul Mu’ti, meresmikan program revitalisasi satuan pendidikan se-Kabupaten Banyumas dalam acara yang digelar di Pendopo Bupati Banyumas, Sabtu (25/4/2026).

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari komitmen pemerintah dalam mempercepat peningkatan kualitas sarana pendidikan di berbagai daerah melalui perbaikan infrastruktur sekolah secara bertahap dan berkelanjutan.

Program revitalisasi di Banyumas merupakan lanjutan dari pelaksanaan tahun 2025 yang sebelumnya telah menyasar 30 satuan pendidikan di Kabupaten Banyumas serta empat sekolah di Kabupaten Cilacap. Pada tahun ini, pemerintah pusat menargetkan cakupan yang jauh lebih luas dengan alokasi anggaran besar yang telah disiapkan dalam APBN 2026.

Dalam sambutannya, Abdul Mu’ti menyampaikan bahwa revitalisasi sekolah menjadi salah satu agenda prioritas nasional guna menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan mendukung peningkatan mutu pendidikan.

“Revitalisasi tahun ini yang sudah masuk anggaran 2026 diperuntukkan bagi 11.744 satuan pendidikan di seluruh Indonesia,” ujar Abdul Mu’ti di hadapan jajaran pemerintah daerah, kepala sekolah, serta tokoh pendidikan yang hadir dalam acara tersebut.

Ia menjelaskan, terdapat tiga prioritas utama dalam penyaluran program revitalisasi tahun ini. Pertama, sekolah-sekolah yang terdampak bencana alam di sejumlah daerah seperti Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Kedua, sekolah yang berada di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar atau 3T. Ketiga, sekolah dengan kondisi bangunan rusak berat yang membutuhkan penanganan segera.

Menurut Abdul Mu’ti, pemerintah juga terus mendorong perluasan cakupan program melalui pengajuan tambahan anggaran kepada Kementerian Keuangan. Jika disetujui, program revitalisasi akan menjangkau lebih banyak sekolah di seluruh Indonesia.

“Saat ini kami menunggu persetujuan Kementerian Keuangan untuk tambahan anggaran revitalisasi bagi 60.000 satuan pendidikan. Jika disetujui, totalnya bisa mencapai 71.744 satuan pendidikan di seluruh Indonesia,” katanya.

Sementara itu, Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono menyambut baik perhatian pemerintah pusat terhadap kebutuhan infrastruktur pendidikan di daerahnya. Ia menyebut Banyumas masih memerlukan perbaikan sarana pendidikan dalam jumlah cukup besar.

Pada tahun 2026, Pemerintah Kabupaten Banyumas mengusulkan perbaikan terhadap 140 sekolah dasar dan 25 SMP sederajat. Selain itu, terdapat 12 sekolah yang diajukan ke Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah karena mengalami kerusakan akibat bencana alam.

“Dari jumlah tersebut, empat sekolah dipastikan akan segera direvitalisasi dalam waktu dekat. Kami berharap langkah ini mampu menghadirkan layanan pendidikan yang merata dan berkeadilan bagi seluruh masyarakat Banyumas,” ujar Sadewo.

Sebelum menghadiri peresmian di Pendopo Bupati Banyumas, Menteri Abdul Mu’ti juga meninjau langsung sejumlah sekolah dan pondok pesantren di wilayah Banyumas. Kunjungan itu dilakukan untuk melihat kondisi riil sarana pendidikan sekaligus menyerap aspirasi dari pengelola sekolah dan masyarakat.

Melalui program revitalisasi ini, pemerintah berharap kualitas pendidikan nasional semakin meningkat seiring tersedianya fasilitas belajar yang layak. Banyumas pun diharapkan menjadi salah satu daerah yang mampu mempercepat pemerataan akses pendidikan berkualitas melalui sinergi antara pemerintah pusat dan daerah.