KlikSiber.com – Menjelang arus mudik Idulfitri 1447 Hijriah, Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana atau yang akrab disapa Mas Dhito, menegaskan komitmennya untuk memastikan kondisi infrastruktur jalan di wilayahnya dalam keadaan prima.
Ia menargetkan seluruh penanganan jalan berlubang di jalur prioritas mudik dapat diselesaikan paling lambat tujuh hari sebelum Hari Raya atau H-7 Lebaran.
Instruksi tersebut langsung ditindaklanjuti oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Kediri dengan mempercepat proses perbaikan di sejumlah titik kerusakan.
Kepala Dinas PUPR Kabupaten Kediri, Irwan Chandra Wahyu Purnama, menyampaikan bahwa pihaknya telah memetakan ruas-ruas strategis yang menjadi fokus utama pengerjaan.
“Prioritas kami adalah ruas poros yang menjadi jalur utama pemudik, terutama yang menghubungkan antar kecamatan hingga perbatasan kabupaten/kota,” ujarnya.
Beberapa ruas yang masuk dalam kategori prioritas antara lain Gurah–Pagu hingga perbatasan Jombang, Pare–Papar, serta Wates sampai perbatasan Kota Kediri. Jalur-jalur tersebut dinilai memiliki intensitas lalu lintas tinggi, terutama saat musim mudik Lebaran.
Dalam pelaksanaannya, perbaikan dilakukan menggunakan metode tambal lapen (lapis penetrasi) maupun hotmix, menyesuaikan tingkat kerusakan di lapangan. Meski perbaikan jalan telah dilakukan sejak Januari hingga Februari, tingginya curah hujan dalam beberapa bulan terakhir menyebabkan sejumlah titik kembali mengalami kerusakan.
“Genangan air akibat sistem drainase yang kurang optimal turut mempercepat munculnya lubang baru di badan jalan,” ungkapnya.
Untuk mengakselerasi penanganan, enam tim teknis diterjunkan secara bersamaan dan disebar ke berbagai lokasi. Sejumlah ruas yang telah ditangani di antaranya Mojokerep–Purwoasri, Kras–Kanigoro, Sambirejo–Sumberejo, Wates–Plosoklaten, Tertek–Siman, Kranding–Petungroto, Wonosari–Bulupasar, Gurah–Pagu, Karangdinoyo–Puncu, hingga Kranggan–Plosoklaten.
Selain fokus pada penambalan, Pemkab Kediri juga memberikan perhatian khusus pada pembenahan drainase di sekitar titik perbaikan.
“Langkah ini dilakukan agar air tidak kembali menggenang dan merusak lapisan tambalan yang telah dikerjakan,” jelasnya.
Mas Dhito menekankan bahwa percepatan perbaikan jalan bukan sekadar proyek rutin, melainkan bagian dari upaya menghadirkan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat yang akan pulang kampung.
Ia berharap, dengan kondisi jalan yang lebih baik, risiko kecelakaan lalu lintas dapat ditekan dan mobilitas pemudik berjalan lancar.
“Pemerintah Kabupaten Kediri optimistis target H-7 Lebaran dapat tercapai, sehingga masyarakat dapat menikmati perjalanan mudik dengan lebih tenang dan selamat,” pungkasnya.


