KlikSiber.com – Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur Jakarta dan wilayah penyangga sejak Rabu (21/1) malam berdampak luas terhadap sejumlah kawasan di Ibu Kota.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Hingga Kamis (22/1) sore, banjir masih merendam puluhan lingkungan permukiman dan ruas jalan, mengganggu aktivitas warga serta kelancaran arus lalu lintas.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta melaporkan, per pukul 15.00 WIB, sebanyak 45 Rukun Tetangga (RT) dan 22 ruas jalan di berbagai wilayah administrasi Jakarta masih terendam genangan air dengan ketinggian yang bervariasi.

Kepala Pusat Data dan Informasi BPBD DKI Jakarta, Mohamad Yohan, menyampaikan bahwa sebaran banjir terkonsentrasi di wilayah Jakarta Barat dan Jakarta Selatan. Curah hujan tinggi yang berlangsung cukup lama menjadi faktor utama terjadinya genangan, terutama di kawasan yang memiliki kapasitas drainase terbatas.

“Curah hujan yang tinggi dan berlangsung lama menyebabkan saluran air tidak mampu menampung debit air secara optimal,” ujar Yohan dalam keterangannya, Kamis (22/1).

Di wilayah Jakarta Barat, banjir dilaporkan merendam 18 RT yang berada di lima kelurahan. Kelurahan Sukabumi Selatan menjadi wilayah dengan genangan tertinggi, di mana ketinggian air mencapai sekitar 90 sentimeter. Selain itu, genangan cukup signifikan juga terjadi di Kelurahan Kedaung Kali Angke dengan ketinggian air antara 45 hingga 80 sentimeter. Sementara di Kelurahan Kapuk, Rawa Buaya, dan Kedoya Utara, ketinggian genangan tercatat berkisar antara 15 hingga 35 sentimeter.

Sementara itu, wilayah Jakarta Selatan mencatat jumlah RT terdampak paling banyak, yakni 27 RT. Kelurahan Petogogan menjadi wilayah yang paling luas terdampak dengan genangan meliputi 26 RT dan ketinggian air sekitar 30 sentimeter. Satu RT di Kelurahan Cipulir juga dilaporkan tergenang banjir dengan ketinggian air mencapai 60 sentimeter.

Selain kawasan permukiman, genangan air juga terjadi di sejumlah ruas jalan yang tersebar di Jakarta Utara, Barat, Selatan, Pusat, dan Timur. BPBD mencatat sedikitnya 22 ruas jalan terdampak banjir dengan ketinggian air berkisar antara 10 hingga 50 sentimeter, sehingga berpotensi menimbulkan kemacetan dan menghambat mobilitas warga.

BPBD DKI Jakarta memastikan bahwa upaya penanganan terus dilakukan di lapangan, termasuk pengoperasian pompa air, penyedotan genangan, serta koordinasi dengan instansi terkait. Masyarakat diminta untuk tetap waspada terhadap potensi banjir susulan, mengingat kondisi cuaca masih berpeluang hujan.

“Petugas kami siagakan di titik-titik rawan. Warga diharapkan tetap berhati-hati dan mengikuti perkembangan informasi resmi,” tutup Yohan.