KlikSiber.com – Tentara Nasional Indonesia (TNI) kembali mengambil peran aktif dalam upaya pemulihan pascabencana banjir di Provinsi Aceh dengan menyalurkan ribuan paket peralatan sekolah bagi anak-anak terdampak.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Sebanyak 1.800 paket alat sekolah didistribusikan sebagai bentuk kepedulian TNI terhadap keberlangsungan pendidikan anak-anak di wilayah yang terdampak bencana, Minggu (4/1/2026).

Penyaluran bantuan dilakukan secara bertahap ke sejumlah titik pengungsian di tiga kabupaten, yakni Pidie Jaya, Bireuen, dan Aceh Utara. Bantuan tersebut ditujukan untuk membantu anak-anak tetap dapat mengikuti kegiatan belajar meski berada dalam situasi darurat akibat banjir yang melanda wilayah tersebut.

Setiap paket bantuan berisi perlengkapan sekolah tingkat dasar, seperti buku tulis, alat tulis, dan kebutuhan penunjang belajar lainnya. Diharapkan, bantuan ini dapat memberikan motivasi dan semangat baru bagi anak-anak agar tetap aktif belajar serta tidak tertinggal dalam proses pendidikan.

Di Kabupaten Pidie Jaya, Kodim 0102/Pidie menjadi salah satu satuan yang menyalurkan bantuan dengan total 836 paket alat sekolah. Penyaluran dilakukan di dua titik pengungsian, yakni di Masjid Attaqwa, Desa Meunasah Balek, Kecamatan Meureudu, yang menerima 430 paket, serta di Desa Pante Geulima, Kecamatan Meureudu, dengan jumlah 406 paket. Seluruh bantuan di wilayah ini telah diterima oleh anak-anak korban banjir.

Sementara itu, Kodim 0111/Bireuen menyalurkan sebanyak 452 paket alat sekolah kepada anak-anak yang berada di titik pengungsian Desa Pante Lhong, Kecamatan Peusangan, Kabupaten Bireuen. Bantuan tersebut disambut antusias oleh para orang tua dan anak-anak yang saat ini masih berada di pengungsian.

Untuk wilayah Kabupaten Aceh Utara, sebanyak 512 paket alat sekolah telah disiapkan bagi anak-anak di Desa Gedumbak, Kecamatan Langkahan. Namun, distribusi bantuan di wilayah tersebut dijadwalkan ulang dan akan dilaksanakan pada keesokan hari akibat kondisi cuaca yang tidak memungkinkan karena hujan lebat.

Melalui kegiatan kemanusiaan ini, TNI menegaskan komitmennya tidak hanya sebagai institusi pertahanan negara, tetapi juga sebagai mitra masyarakat dalam membantu pemulihan pascabencana. Kehadiran TNI diharapkan dapat memberikan rasa aman sekaligus dukungan moral bagi warga terdampak, khususnya anak-anak.

TNI juga menyatakan akan terus berkoordinasi dan bersinergi dengan pemerintah daerah serta seluruh elemen masyarakat dalam upaya pemulihan wilayah terdampak banjir.

Fokus utama diarahkan pada pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, termasuk pendidikan anak-anak, agar proses pemulihan dapat berjalan secara menyeluruh dan berkelanjungan.