KlikSiber.com — Peringatan Hari HIV/AIDS Sedunia berlangsung penuh makna di Universitas Islam Lamongan (UNISLA), Senin (1/12/2025). Melalui kolaborasi antara UKM Seni UNISLA dan Banar Ansor Kabupaten Lamongan, kampanye kesadaran kesehatan dikemas inovatif melalui pertunjukan seni bertema “Jauhi Penyakitnya, Bukan Penyintasnya”.
Acara berlangsung di Taman Seni UNISLA dengan menghadirkan perpaduan penampilan musik, puisi, teater, dan pameran karya visual yang sarat pesan edukatif. Pendekatan seni ini mendapat apresiasi luas karena dinilai mampu menyampaikan pesan kesehatan dengan cara yang menyentuh dan mudah diterima mahasiswa.
Rektor UNISLA Dr. Abdul Ghofur menyampaikan bahwa kampus berperan penting dalam menanamkan kepedulian mahasiswa terhadap isu kemanusiaan dan kesehatan global.
“Kegiatan ini memperlihatkan bahwa mahasiswa UNISLA tidak hanya fokus pada kemampuan akademik, tetapi juga kepekaan sosial. Menghapus stigma terhadap ODHA adalah langkah besar dalam membangun masyarakat yang beradab dan peduli,” tegasnya.
Rektor juga mengapresiasi UKM Seni yang berhasil mengintegrasikan seni dengan literasi kesehatan sehingga pesan kampanye menjadi lebih kuat dan inklusif.
Dalam sesi penyuluhan, Dr. Abid Muhtarom dari Banar Ansor Kabupaten Lamongan yang juga Dekan FEB UNISLA menekankan pentingnya peran generasi muda dalam memerangi stigma terhadap ODHA.
“HIV/AIDS tidak akan selesai hanya dengan kampanye pencegahan. Yang jauh lebih berat adalah mengubah cara pandang masyarakat agar penyintas diperlakukan secara manusiawi,” ujarnya.
Ia menegaskan tema kampanye tahun ini, “Let Communities Lead”, sangat relevan dengan upaya yang dilakukan UNISLA karena komunitas, termasuk mahasiswa, merupakan motor perubahan sosial.
Ketua UKM Seni Imanuel menjelaskan bahwa seni dipilih karena lebih mudah menyentuh sisi emosional audiens.
“Pesan kemanusiaan lebih membekas ketika disampaikan melalui seni. Kami ingin mengajak peserta merenung, bukan hanya sekadar menerima informasi,” jelasnya.
Hal tersebut tampak dalam pertunjukan teater mini yang menggambarkan diskriminasi yang kerap dialami penyintas HIV. Momen tersebut membuat banyak penonton terharu dan semakin memahami urgensi kampanye anti stigma.
Pembimbing UKM Seni Luthfillah menambahkan bahwa kegiatan ini diharapkan menjadi agenda tahunan agar edukasi HIV/AIDS tidak berhenti pada momen seremonial.
Menuju akhir acara, panitia membagikan pita merah kepada peserta sebagai bentuk deklarasi dukungan moral terhadap ODHA. Peserta mengenakan pita tersebut secara serentak, menandakan komitmen bersama melawan stigma dan diskriminasi.
Selain pertunjukan seni, peserta juga mendapat edukasi ilmiah mengenai cara penularan HIV yang benar, langkah pencegahan yang efektif, pentingnya tes kesehatan berkala, pentingnya lingkungan inklusif bagi penyintas.
Antusiasme mahasiswa terlihat dari banyaknya pertanyaan yang diajukan kepada narasumber selama sesi diskusi interaktif.
Melalui kegiatan ini, UNISLA memperlihatkan perannya sebagai institusi pendidikan yang tidak hanya mencetak sarjana unggul, tetapi juga mendorong terbentuknya generasi berkarakter, humanis, dan peka terhadap persoalan masyarakat.
Kolaborasi UNISLA dan Banar Ansor Lamongan dinilai sebagai langkah strategis untuk mempromosikan gaya kampanye kesehatan yang kreatif, realistis, dan relevan dengan cara berpikir generasi muda.
Dengan semangat kolaboratif tersebut, pesan “Jauhi Penyakitnya, Bukan Penyintasnya” semakin menggema menghadirkan harapan akan hadirnya masyarakat Lamongan yang lebih peduli, inklusif, dan bebas stigma.


