KlikSiber.com – Jumlah kunjungan wisatawan di Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, selama libur Lebaran 2026 tercatat mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Berdasarkan data dari Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disparpora) Ngawi, total kunjungan wisatawan dalam kurun waktu 17 hari masa libur hanya mencapai 60.099 orang. Angka tersebut turun sekitar 18 ribu pengunjung dari periode yang sama pada tahun lalu yang mencapai 78.894 orang.

Kepala Bidang Pariwisata Disparpora Ngawi, Satria Eka Widhiarsa, menjelaskan bahwa penurunan ini dipengaruhi oleh beberapa faktor, mulai dari perubahan pola perjalanan masyarakat hingga kondisi eksternal seperti cuaca dan ekonomi.

“Tren masyarakat saat ini lebih berfokus pada kegiatan mudik dan berkumpul bersama keluarga. Aktivitas wisata tetap ada, namun tidak menjadi prioritas utama seperti sebelumnya,” ujarnya.

Selain itu, faktor cuaca juga dinilai berpengaruh signifikan terhadap menurunnya minat masyarakat untuk berwisata. Selama periode libur Lebaran, sebagian wilayah Ngawi dan sekitarnya kerap diguyur hujan, sehingga mengurangi kenyamanan pengunjung untuk beraktivitas di destinasi wisata terbuka.

Tidak hanya itu, kondisi ekonomi turut menjadi pertimbangan masyarakat dalam merencanakan perjalanan wisata. Kenaikan tarif tol serta meningkatnya harga kebutuhan pokok membuat sebagian masyarakat lebih berhati-hati dalam mengatur pengeluaran, termasuk untuk kegiatan rekreasi.

Meski jumlah kunjungan menurun, sejumlah destinasi wisata unggulan di Ngawi masih tetap menjadi pilihan favorit wisatawan. Beberapa di antaranya adalah Srambang Park, Kebun Teh Jamus, Benteng Van Den Bosch, Sumber Koso, dan Kayangan Cafe.

Destinasi-destinasi tersebut dinilai memiliki daya tarik tersendiri karena menawarkan pengalaman wisata yang terjangkau, lokasi yang relatif dekat, serta berada di jalur strategis yang searah dengan rute mudik.

“Wisata yang murah, dekat, dan mudah dijangkau masih menjadi pilihan utama, terutama bagi pemudik yang ingin mengisi waktu libur bersama keluarga tanpa harus menempuh perjalanan jauh,” jelas Satria.

Fenomena ini menunjukkan adanya perubahan preferensi wisata masyarakat yang kini lebih mengutamakan efisiensi, baik dari segi waktu maupun biaya. Wisata lokal dengan konsep sederhana namun menarik menjadi alternatif yang banyak diminati.

Disparpora Ngawi menyatakan akan terus melakukan evaluasi terhadap sektor pariwisata, termasuk meningkatkan kualitas fasilitas, kebersihan, serta pelayanan di destinasi wisata.

“Selain itu, promosi wisata juga akan terus digencarkan guna menarik minat wisatawan, baik dari dalam maupun luar daerah,” imbuhnya.

Penurunan jumlah kunjungan selama libur Lebaran tahun ini diharapkan menjadi bahan evaluasi bersama bagi pemerintah daerah dan pelaku usaha pariwisata. Dengan perbaikan yang berkelanjutan, sektor pariwisata di Ngawi diharapkan dapat kembali bangkit dan mencatatkan peningkatan kunjungan pada periode libur berikutnya.