KlikSiber.com  – Pemerintah Kabupaten Bojonegoro memastikan layanan Angkutan Pelajar (Apel) gratis dan Angkutan Sekolah Disabilitas akan kembali beroperasi untuk melayani para siswa di wilayah Bojonegoro. Program transportasi pendidikan ini ditargetkan kembali berjalan bertepatan dengan masuknya siswa ke sekolah setelah libur Lebaran 2026, atau sekitar akhir Maret hingga awal April 2026.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Kepastian tersebut disampaikan oleh Pemerintah Kabupaten Bojonegoro melalui Dinas Perhubungan Kabupaten Bojonegoro, sebagai respons atas aspirasi masyarakat, khususnya para orang tua siswa yang menantikan kembali beroperasinya armada angkutan pelajar di jalanan Bojonegoro.

Kepala Dishub Kabupaten Bojonegoro, Welly Fitrama, menegaskan bahwa program Angkutan Pelajar gratis tetap menjadi prioritas pemerintah daerah dan telah dialokasikan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Bojonegoro tahun 2026.

“Kami memahami harapan besar dari para orang tua dan siswa. Saat ini kami sedang mempercepat penyelesaian seluruh tahapan administrasi dan mekanisme operasional. Target kami, layanan sudah siap beroperasi kembali saat siswa masuk sekolah setelah libur Lebaran,” jelas Welly.

Ia menjelaskan, sempat terjadinya jeda operasional Angkutan Pelajar di awal tahun 2026 disebabkan oleh proses penyesuaian administrasi serta penyusunan skema teknis pelaksanaan layanan. Namun, pihaknya memastikan seluruh tahapan tersebut kini sedang dirampungkan agar pelayanan dapat kembali berjalan optimal dan tepat sasaran.

Program Angkutan Pelajar gratis selama ini dinilai sangat membantu masyarakat, terutama dalam menjamin keamanan dan keselamatan anak-anak saat berangkat dan pulang sekolah. Dengan adanya layanan ini, para siswa tidak perlu menggunakan kendaraan pribadi, sehingga dapat menekan risiko kecelakaan lalu lintas, mengurangi kemacetan, serta menekan biaya transportasi keluarga.

“Keberadaan Angkutan Pelajar bukan hanya soal transportasi gratis, tetapi juga bagian dari upaya menciptakan lingkungan berlalu lintas yang lebih aman dan tertib. Anak-anak kita tidak perlu lagi mengendarai sepeda motor sendiri ke sekolah, yang tentunya berisiko,” tambah Welly.

Selain melayani siswa reguler, Dishub Bojonegoro juga memastikan Angkutan Sekolah Disabilitas kembali dioperasikan untuk mendukung mobilitas siswa berkebutuhan khusus. Layanan ini diharapkan dapat menjamin akses pendidikan yang inklusif dan setara bagi seluruh anak di Kabupaten Bojonegoro.

Ke depan, Dishub akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap rute, jadwal, serta jumlah armada yang dioperasikan, menyesuaikan dengan kebutuhan dan sebaran sekolah. Koordinasi dengan pihak sekolah dan pemerintah desa juga akan terus diperkuat guna memastikan pelayanan berjalan efektif dan tepat guna.

Dengan kembalinya Angkutan Pelajar gratis ini, Pemkab Bojonegoro berharap dapat meningkatkan kualitas layanan publik di bidang pendidikan, sekaligus memperkuat komitmen dalam mendukung keselamatan, kenyamanan, dan kesejahteraan para pelajar.

Program ini diharapkan menjadi salah satu solusi konkret dalam menciptakan sistem transportasi pendidikan yang aman, ramah, dan berkelanjutan.