KlikSiber.com — Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka tiba kembali di Jakarta pada Senin, 24 November 2025, setelah menjalankan mandat dari Presiden Prabowo Subianto di KTT G20 Johannesburg, Afrika Selatan.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Setibanya di tanah air, Gibran langsung melaporkan hasil pertemuan tingkat tinggi itu kepada Presiden untuk menindaklanjuti sejumlah kesepakatan strategis internasional.

Laporan Hasil KTT G20 untuk Presiden Prabowo

Dalam laporan tersebut, Gibran menyampaikan ringkasan berbagai isu utama yang dibahas selama KTT G20. Ia menekankan bahwa dialog pada konferensi kali ini sangat produktif, dengan fokus pada tema-tema penting seperti ketahanan pangan global, ekonomi digital, dan kecerdasan artifisial (AI).

Gibran juga menyampaikan salam hangat dari para pemimpin dunia kepada Presiden Prabowo, sebagai wujud apresiasi atas kepemimpinan Indonesia di panggung internasional.

Komitmen Indonesia di Forum Global

Selama KTT, Wapres Gibran secara tegas menyuarakan komitmen Indonesia untuk memperkuat pemerataan akses teknologi, terutama digitalisasi dan AI. Menurut dia, teknologi harus menjadi sarana pemberdayaan, bukan pemicu ketergantungan, terutama di negara berkembang.

Dalam pidatonya di sesi pleno, Gibran menyatakan bahwa Indonesia mendukung model pembangunan yang inklusif dan adil. Dia mengingatkan bahwa tiap negara memiliki hak menentukan jalur pembangunan sendiri, dan kerja sama global sebaiknya didasarkan pada kemitraan, bukan dominasi.

Sorotan Isu Ketahanan Pangan dan Pembangunan Berkelanjutan

Salah satu poin penting yang diangkat Gibran adalah ketahanan pangan. Di tengah tantangan global, dia menegaskan perlunya sistem pangan yang tangguh dan berkeadilan, sekaligus mendukung produksi lokal dan pemberdayaan petani.

Di sisi lain, Wapres juga mengusulkan agar ekonomi kecerdasan (AI economy) menjadi bagian tetap dari agenda G20. Menurutnya, Indonesia perlu mendorong dialog terkait regulasi dan pemanfaatan AI secara inklusif dan berkelanjutan.

Diplomasi Bilateral dan Global

Selain terlibat dalam sesi pleno, Gibran juga melakukan pertemuan bilateral strategis dengan sejumlah pemimpin dunia. Dalam pertemuan ini, ia menyampaikan program prioritas Presiden Prabowo, termasuk inisiatif pangan, hilirisasi industri, dan swasembada.

Makna Kepulangan Gibran bagi Posisi Indonesia

Kembalinya Gibran ke Jakarta dengan membawa hasil dari KTT G20 menandai posisi aktif Indonesia dalam diplomasi global. Penugasan dari Presiden Prabowo untuk mewakili Indonesia di forum ini juga menunjukkan kepercayaan besar terhadap peranan Wapres di ranah internasional.

Dengan hasil dialog bilateral dan multilateral, Indonesia kini berpeluang memperdalam kerjasama ekonomi digital, teknologi, serta kerja sama pembangunan jangka panjang dengan negara-negara G20.