KlikSiber.com – Eskalasi bencana hidrometeorologi akibat cuaca ekstrem di Indonesia menunjukkan tren peningkatan yang signifikan dalam 48 jam terakhir. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merilis data terbaru yang menunjukkan rentetan bencana berupa banjir, tanah longsor, dan angin kencang telah melanda sejumlah provinsi besar mulai dari Pulau Jawa, Sumatera, hingga Nusa Tenggara Barat (NTB).
Berdasarkan laporan Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BNPB hingga Jumat (6/2/2026), ribuan warga kini terdampak secara langsung. Intensitas hujan yang sangat tinggi disertai angin kencang menjadi pemicu utama meluapnya sungai-sungai besar dan memicu pergerakan tanah di zona merah.
Jawa Tengah dan Jawa Timur Menjadi Titik Terparah
Provinsi Jawa Tengah mencatatkan angka terdampak tertinggi. Di Kota Tegal, banjir akibat hujan lebat merendam tiga kecamatan dan berdampak pada 6.957 jiwa. Setidaknya 2.381 unit rumah warga serta satu fasilitas pendidikan terendam air.
Kondisi serupa terjadi di Kabupaten Pemalang, di mana enam kecamatan terkepung banjir yang merendam 8.364 unit rumah, memaksa 90 warga untuk mengungsi ke posko darurat.
Beralih ke Jawa Timur, angin kencang dan banjir juga membawa dampak kerusakan infrastruktur yang serius. Di Kabupaten Kediri dan Jombang, puluhan rumah dilaporkan rusak mulai dari kategori ringan hingga berat.
Sementara di Bojonegoro, luapan Sungai Gandong merendam sedikitnya 350 unit rumah dan 10 hektare lahan pertanian di Kecamatan Gondang. Meski air dilaporkan mulai surut, sisa material lumpur masih menyulitkan aktivitas warga.
Korban Jiwa dan Dampak Fatal di Wilayah Lain
Duka mendalam terjadi di Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat. Banjir bandang yang disertai angin kencang dilaporkan merenggut satu korban jiwa. Tidak hanya di NTB, bencana tanah longsor juga memakan korban jiwa di Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Hujan lebat memicu runtuhnya tebing yang menghancurkan satu rumah warga dan memaksa penghuni di sekitarnya untuk segera mengungsi.
Di Sumatera Selatan, tepatnya di Kabupaten Ogan Komering Ulu, luapan sungai merendam puluhan pemukiman di Kecamatan Semidang Aji. BNPB memastikan tim reaksi cepat (TRC) di seluruh wilayah terdampak telah dikerahkan untuk melakukan penanganan darurat dan pendistribusian bantuan logistik.
Peringatan BMKG dan Imbauan Mitigasi
Menanggapi situasi yang kian mengkhawatirkan, BNPB kembali mengeluarkan peringatan keras bagi seluruh pemerintah daerah. Berdasarkan prakiraan dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), potensi cuaca ekstrem masih akan menghantui sebagian besar wilayah Indonesia hingga beberapa hari ke depan.
“Masyarakat yang berada di wilayah rawan, khususnya di lereng perbukitan dan bantaran sungai, diminta untuk tetap waspada. Segera lakukan evakuasi mandiri jika hujan dengan intensitas tinggi berlangsung lebih dari satu jam dengan jarak pandang terbatas,” tegas juru bicara BNPB dalam keterangannya.
Langkah Strategis Pemerintah Daerah
BNPB menekankan pentingnya penguatan sistem peringatan dini dan pengecekan kembali kondisi infrastruktur pengendali banjir seperti tanggul dan pintu air. Pemerintah daerah juga diharapkan memastikan jalur evakuasi telah bebas hambatan serta menyiapkan tempat pengungsian yang layak dan aman guna meminimalkan risiko jatuhnya korban jiwa lebih lanjut.
Saat ini, koordinasi antar-lembaga terus diperkuat untuk memastikan penanganan pascabencana, termasuk pembersihan material bangunan dan pemulihan akses jalan yang sempat terputus akibat longsor dan banjir.


