KlikSiber.com – Dewan Pengurus Daerah (DPD) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kabupaten Lamongan sukses menggelar Musabaqah Hifzhil Quran (MHQ) sebagai bagian dari strategi penguatan kualitas kader berbasis nilai-nilai Al-Quran.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Kegiatan ini dilaksanakan secara serentak di seluruh Jawa Timur dan menjadi agenda pembinaan rutin yang digelar berjenjang dari tingkat kabupaten hingga nasional.

Pelaksanaan MHQ di Lamongan mendapat sambutan antusias dari para kader. Hal tersebut terlihat dari jumlah peserta yang melampaui target awal panitia. Dari semula hanya menargetkan keterwakilan dari 16 Unit Pembinaan Anggota (UPA), peserta yang mendaftar justru mencapai 32 orang. Tingginya partisipasi ini mencerminkan semangat kader dalam memperdalam hafalan Al-Quran sekaligus meningkatkan kualitas spiritual.

Sekretaris DPD PKS Lamongan, Hendri Ikhfadhi, mengatakan bahwa kegiatan ini bukan sekadar ajang perlombaan, melainkan bagian dari proses pembinaan kader secara menyeluruh. Menurutnya, MHQ menjadi sarana untuk mengukur kualitas bacaan, hafalan, serta pemahaman kader terhadap Al-Quran, yang selama ini menjadi fondasi utama dalam sistem kaderisasi PKS.

“Alhamdulillah, antusiasme kader sangat tinggi. Ini menunjukkan bahwa semangat untuk mendalami dan mensyiarkan Al-Quran terus tumbuh. MHQ menjadi media evaluasi sekaligus motivasi agar kader semakin dekat dengan Al-Quran,” ujar Hendri, Minggu (22/2/2026).

Ia menjelaskan, para peserta terbaik dari seleksi tingkat Kabupaten Lamongan akan mewakili daerah pada ajang MHQ tingkat Provinsi Jawa Timur yang dijadwalkan berlangsung awal bulan mendatang. Selanjutnya, para juara provinsi akan melaju ke tingkat nasional untuk berkompetisi dengan kader PKS dari seluruh Indonesia.

Hendri menambahkan, pelaksanaan MHQ tahun ini juga menjadi momentum penting untuk memberikan gambaran teknis perlombaan kepada para kader, sehingga ke depan diharapkan partisipasi akan semakin meningkat. Ia optimistis, dengan pemahaman yang semakin baik terhadap format lomba, jumlah peserta di masa mendatang dapat bertambah signifikan.

Di internal PKS, kecintaan terhadap Al-Quran menjadi indikator penting dalam menilai kualitas kader. Setiap jenjang keanggotaan memiliki standar minimal hafalan, mulai dari anggota dewasa dengan target hafalan Juz 28, anggota madya minimal Juz 29, hingga anggota penggerak yang ditargetkan menghafal minimal Juz 30. Standar ini menjadi bagian dari sistem pembinaan berkelanjutan untuk membentuk kader yang berkarakter Qurani.

“Lomba ini bukan sekadar mengejar prestasi, tetapi menjadi sarana evaluasi kualitas bacaan, ketepatan tajwid, serta konsistensi murajaah kader. Semua ini bertujuan untuk meningkatkan mutu pembinaan spiritual,” tegas Hendri.

Melalui Bidang Kaderisasi (BKP), DPD PKS Lamongan berharap hasil MHQ dapat dijadikan dasar penyusunan kebijakan pembinaan yang lebih terarah dan berkelanjutan. Fokus utama ke depan adalah melahirkan kader yang tidak hanya unggul dalam kapasitas kepemimpinan dan sosial, tetapi juga memiliki kedalaman spiritual dan integritas moral yang kuat.

“Kami ingin membangun kader yang kokoh secara ideologis, matang secara spiritual, dan siap mengabdi kepada masyarakat. MHQ menjadi salah satu instrumen penting dalam mewujudkan tujuan tersebut,” pungkas Hendri.