KlikSiber.com – Jurnalis senior Najwa Shihab kembali menunjukkan pengaruhnya dalam diskursus nasional dengan menghadiri forum diskusi strategis yang digelar Presiden RI Prabowo Subianto di Hambalang, Bogor, Selasa malam (17/3/2026).

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Dalam forum tertutup yang berlangsung selama lebih dari enam jam tersebut, Najwa menjadi salah satu narasumber yang memberikan pandangan kritis terkait dinamika geopolitik global dan implikasinya bagi Indonesia.

Diskusi tersebut turut dihadiri sejumlah tokoh nasional, termasuk Chatib Basri dan Rizal Mallarangeng, yang bersama-sama mengupas tantangan global, mulai dari ketegangan geopolitik hingga strategi kebijakan luar negeri Indonesia di tengah ketidakpastian dunia.

Kehadiran Najwa Shihab dalam forum tersebut dinilai memiliki arti penting, terutama dalam menjembatani perspektif publik dan media terhadap isu-isu strategis negara. Sebagai pendiri Narasi, ia dikenal konsisten mengedepankan jurnalisme yang independen dan edukatif, khususnya bagi generasi muda.

Dalam diskusi tersebut, Najwa menyoroti pentingnya komunikasi publik yang efektif dalam menjelaskan arah kebijakan luar negeri pemerintah. Menurutnya, pemahaman masyarakat terhadap isu geopolitik menjadi kunci dalam membangun dukungan terhadap kebijakan strategis negara. Pendekatan berbasis literasi publik dinilai mampu memperkuat ketahanan nasional di tengah arus informasi global yang semakin kompleks.

Putri dari ulama dan cendekiawan terkemuka Quraish Shihab ini memiliki latar belakang akademik yang kuat. Ia merupakan lulusan Fakultas Hukum Universitas Indonesia dan meraih gelar master hukum dari Melbourne Law School. Meski berlatar belakang hukum, Najwa memilih meniti karier di dunia jurnalistik dan dikenal luas melalui program Mata Najwa yang mengangkat berbagai isu nasional secara tajam dan mendalam.

Sepanjang kariernya, Najwa dikenal berani mengangkat isu-isu sensitif dan menghadirkan wawancara-wawancara kritis dengan tokoh-tokoh penting. Salah satu momen yang paling diingat publik adalah konsep “kursi kosong” yang menjadi simbol kritik terhadap pejabat publik yang enggan memberikan klarifikasi.

Selain aktif di dunia jurnalistik, Najwa juga memiliki peran dalam meningkatkan literasi masyarakat. Ia pernah menjabat sebagai Duta Baca Indonesia dan terus mendorong budaya literasi melalui berbagai platform yang dikembangkan Narasi.

Kehadirannya di Hambalang menunjukkan bahwa peran jurnalisme tidak hanya sebatas menyampaikan informasi, tetapi juga berkontribusi dalam ruang diskusi strategis negara. Di tengah dinamika global yang terus berkembang, suara jurnalis independen seperti Najwa Shihab menjadi elemen penting dalam menjaga keseimbangan antara kebijakan pemerintah dan aspirasi publik.