KlikSiber.com – Kisah inspiratif datang dari dunia pendidikan Indonesia. Dua saudara kembar, Callista Elysia Angela dan Carissa Elvina Angela, berhasil membuktikan bahwa strategi yang tepat menjadi salah satu kunci utama dalam meraih keberhasilan pada Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) 2026.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Keduanya sukses lolos sebagai mahasiswa baru di Program Studi Bahasa dan Sastra Inggris, Fakultas Ilmu Budaya Universitas Airlangga (Unair).

Keberhasilan tersebut tidak diraih secara instan. Sejak awal, Callista dan Carissa telah mempersiapkan diri dengan matang, mulai dari memahami potensi diri hingga melakukan riset mendalam terkait pilihan program studi. Mereka menyadari bahwa pemilihan jurusan yang tepat harus didasarkan pada minat dan kemampuan, bukan sekadar mengikuti tren.

Awalnya, keduanya sempat mempertimbangkan jurusan Ilmu Komunikasi. Namun, setelah menggali informasi lebih jauh mengenai kurikulum, prospek karier, serta kesesuaian dengan minat pribadi, mereka akhirnya menjatuhkan pilihan pada Bahasa dan Sastra Inggris. Ketertarikan terhadap bahasa Inggris menjadi faktor utama yang menguatkan keputusan tersebut.

Carissa mengungkapkan bahwa proses pencarian informasi menjadi langkah penting dalam menentukan pilihan. Menurutnya, semakin banyak referensi yang dikumpulkan, semakin matang pula keputusan yang diambil.

“Kami mencoba mencari tahu berbagai jurusan dan mempertimbangkan mana yang paling sesuai dengan minat kami,” ujarnya.

Sementara itu, Callista menekankan pentingnya memiliki rencana cadangan dalam menghadapi seleksi SNBP. Ia menilai bahwa memiliki alternatif bukan berarti tidak yakin, melainkan bentuk kesiapan menghadapi berbagai kemungkinan. Dengan adanya rencana cadangan, seseorang tetap memiliki arah jika hasil yang diperoleh tidak sesuai harapan.

“Kami tetap menyiapkan pilihan lain sebagai antisipasi. Hal ini penting agar tetap siap menghadapi segala kemungkinan,” jelasnya.

Menariknya, meskipun kembar, keduanya memiliki pendekatan belajar yang berbeda. Callista lebih menyukai metode diskusi karena dinilai dapat meningkatkan pemahaman melalui interaksi dan umpan balik langsung. Di sisi lain, Carissa lebih nyaman belajar secara mandiri karena dapat menjaga fokus tanpa gangguan.

Perbedaan gaya belajar ini justru menjadi keunggulan tersendiri. Keduanya mampu menyesuaikan metode belajar sesuai kebutuhan masing-masing, sehingga proses pembelajaran menjadi lebih efektif. Selain itu, mereka juga tetap aktif dalam kegiatan non-akademik sebagai bentuk pengembangan diri.

Callista tercatat aktif dalam organisasi sekolah dan pernah menjabat sebagai Ketua OSIS serta Wakil Ketua OSIS. Pengalaman tersebut membentuk kemampuan kepemimpinan dan manajemen waktu yang baik. Sementara itu, Carissa lebih fokus pada bidang olahraga dengan mengikuti ekstrakurikuler voli.

Kisah Callista dan Carissa menjadi bukti bahwa keberhasilan dalam SNBP tidak hanya ditentukan oleh nilai akademik semata, tetapi juga oleh strategi, konsistensi, serta kemampuan mengelola waktu. Dengan persiapan yang matang dan tekad yang kuat, keduanya kini siap melanjutkan pendidikan tinggi di Universitas Airlangga dan meraih masa depan yang gemilang.