KlikSiber.com – Aktivitas jual beli di Pasar Hewan Keppo, Kabupaten Pamekasan, menunjukkan tren peningkatan signifikan menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah. Ribuan pedagang dan pembeli mulai memadati pasar tersebut untuk melakukan transaksi sapi kurban lebih awal.
Peningkatan aktivitas ini terlihat dari volume kendaraan pengangkut ternak yang mulai mengantre sejak pagi hari. Para pembeli tidak hanya datang dari wilayah Pamekasan, tetapi juga dari luar daerah yang ingin mencari sapi kualitas unggul dengan harga kompetitif.
Salah satu pedagang sapi di Pasar Keppo mengungkapkan bahwa situasi pasar tahun ini jauh lebih bergairah dibandingkan periode sebelumnya. Menurutnya, masyarakat kini lebih memilih berburu hewan kurban lebih awal untuk mengantisipasi lonjakan harga yang biasanya terjadi saat mendekati hari H.
“Sekarang sudah mulai ramai. Banyak pembeli datang untuk survei, bahkan ada yang langsung melakukan pemesanan (DP) agar tidak kehabisan stok yang bagus,” ujarnya di lokasi pasar, Senin (4/5).
Meningkatnya permintaan pasar mulai memicu fluktuasi harga. Berdasarkan pantauan di lapangan, kenaikan harga rata-rata berada di angka 10 hingga 15 persen tergantung pada jenis dan bobot sapi.
Berikut adalah estimasi harga sapi di Pasar Keppo saat ini:
Sapi Lokal/Madura (Sedang): Rp 22.000.000 – Rp 28.000.000 per ekor.
Sapi Unggulan (Simmental/Limosin): Rp 30.000.000 – Rp 35.000.000 per ekor.
Para peternak menyebutkan bahwa kenaikan harga ini juga dipicu oleh naiknya biaya pakan dan operasional distribusi, yang merupakan dampak tahunan menjelang hari raya besar.
Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya yang sempat dibayangi kekhawatiran wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), kondisi kesehatan sapi di Pamekasan tahun ini dilaporkan relatif stabil. Pasokan ternak melimpah dan dalam kondisi fisik yang prima.
Pemerintah Kabupaten Pamekasan melalui dinas terkait juga dilaporkan mulai memperketat pemantauan di pasar-pasar hewan. Langkah ini diambil untuk memastikan setiap hewan yang diperjualbelikan memenuhi kriteria syariat Islam serta bebas dari penyakit menular.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap teliti melihat kondisi fisik hewan sebelum membeli, seperti memastikan tidak ada cacat dan nafsu makan sapi yang baik,” tambah petugas lapangan yang melakukan pemantauan.
Dengan kondisi pasokan yang aman dan kesehatan ternak yang terjaga, Pamekasan diprediksi akan menjadi salah satu pemasok sapi kurban terbesar untuk wilayah Jawa Timur pada Idul Adha 1447 H ini.


