KlikSiber.com – Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul mengajak seluruh aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Kementerian Sosial (Kemensos) untuk turun langsung ke lapangan melakukan ground check guna memperkuat validitas Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN).
Langkah ini dinilai penting agar penyaluran bantuan sosial (bansos) benar-benar tepat sasaran, terutama menjelang Bulan Suci Ramadan.
Menurut Gus Ipul, data yang akurat menjadi kunci utama keberhasilan program perlindungan sosial. Tanpa data yang valid, risiko salah sasaran dalam penyaluran bantuan akan semakin besar, sehingga masyarakat yang benar-benar membutuhkan justru berpotensi terlewat.
“Data adalah fondasi dari seluruh kebijakan sosial. Karena itu, saya mengajak seluruh ASN Kemensos untuk turun langsung ke lapangan memastikan data penerima bantuan sesuai dengan kondisi riil masyarakat,” ujar Gus Ipul, Sabtu (14/2/2026).
Ia menjelaskan, proses pemutakhiran DTSEN harus dilakukan secara partisipatif dengan melibatkan berbagai pihak, mulai dari masyarakat, perangkat desa, hingga pemerintah daerah. Warga juga dapat berperan aktif melalui aplikasi Cek Bansos untuk menyampaikan usulan, sanggahan, maupun pembaruan data secara mandiri.
“Pemutakhiran data ini bukan sekadar administrasi. Ini adalah tanggung jawab moral kita untuk memastikan keadilan sosial benar-benar terwujud,” tegasnya.
Gus Ipul menekankan bahwa kegiatan ground check bertujuan memverifikasi langsung kondisi sosial ekonomi masyarakat di lapangan, sekaligus menjaring kelompok rentan yang selama ini belum tercatat sebagai penerima bantuan. Dengan demikian, intervensi sosial yang dilakukan pemerintah dapat lebih tepat dan berdampak.
Selain itu, verifikasi lapangan juga diharapkan mampu meminimalkan potensi penyimpangan data serta memperkuat transparansi dan akuntabilitas program bansos. Kemensos menargetkan pembaruan data dilakukan secara berkala, terutama menjelang periode meningkatnya kebutuhan masyarakat, seperti Ramadan dan Idulfitri.
“Dengan data yang valid, kita bisa memastikan bantuan sampai kepada mereka yang benar-benar berhak, termasuk masyarakat prasejahtera yang kerap luput dari perhatian,” jelasnya.
Kemensos optimistis, melalui penguatan DTSEN dan keterlibatan aktif ASN, sistem perlindungan sosial nasional akan semakin solid.
“Pemerintah berharap langkah ini dapat meningkatkan efektivitas program bantuan sosial sekaligus memperkuat kepercayaan publik terhadap kebijakan kesejahteraan sosial,” pungkasnya.


