KlikSiber.com – Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Islam Lamongan (UNISLA) kembali menunjukkan kiprah strategisnya dalam mendukung transformasi layanan perpajakan nasional melalui kegiatan Aktivasi dan Otorisasi Akun Coretax.
Bertempat di Auditorium Lantai 1 UNISLA, Senin (29/12/2025) kegiatan ini menjadi bukti nyata keterlibatan aktif FEB UNISLA dalam menghadirkan layanan pajak digital yang modern, terintegrasi, dan mudah diakses oleh masyarakat, dengan mahasiswa relawan pajak Rinjani sebagai ujung tombak pelaksanaan di lapangan.
Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara Direktorat Jenderal Pajak (DJP), KPP Pratama Lamongan, Universitas Islam Lamongan, FEB UNISLA, serta BPI. Sinergi tersebut menempatkan FEB UNISLA tidak hanya sebagai mitra akademik, tetapi juga sebagai pusat penggerak literasi dan asistensi pajak digital di Kabupaten Lamongan. Melalui keterlibatan mahasiswa, kampus hadir langsung menjembatani kebijakan negara dengan kebutuhan riil masyarakat wajib pajak.
Coretax sebagai sistem administrasi perpajakan terbaru dirancang untuk mengintegrasikan seluruh layanan pajak dalam satu platform digital, mulai dari pendaftaran, pelaporan, pembayaran, hingga pengawasan. Implementasi sistem ini membutuhkan kesiapan teknis sekaligus pendampingan yang memadai, terutama bagi masyarakat yang masih beradaptasi dengan layanan digital. Di sinilah peran strategis FEB UNISLA terlihat jelas, dengan menurunkan relawan pajak Rinjani dari kalangan mahasiswa Program Studi Akuntansi dan Manajemen.
Relawan pajak Rinjani FEB UNISLA merupakan mahasiswa terpilih yang telah mengikuti pelatihan intensif selama kurang lebih tiga bulan bersama KPP Pratama Lamongan. Mereka dibekali pemahaman regulasi perpajakan terkini, penguasaan teknis Coretax, serta keterampilan pelayanan publik dan komunikasi.
Dengan bekal tersebut, mahasiswa tidak hanya menjalankan fungsi teknis, tetapi juga berperan sebagai edukator yang menjelaskan konsep dan manfaat Coretax secara sederhana dan humanis kepada wajib pajak.
Rektor Universitas Islam Lamongan, Dr. H. Abdul Ghofur, SE., MSi., dalam sambutannya menyampaikan bahwa keterlibatan FEB UNISLA dan mahasiswa relawan pajak Rinjani merupakan bentuk konkret pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat dan penguatan kompetensi lulusan.
Ia menegaskan bahwa FEB UNISLA secara konsisten mendorong mahasiswa untuk terlibat langsung dalam program-program strategis nasional agar memiliki pengalaman praktis sekaligus kepekaan sosial.
Menurut Dr. Abdul Ghofur, transformasi digital perpajakan tidak hanya soal sistem, tetapi juga tentang kesiapan sumber daya manusia. Mahasiswa FEB UNISLA dipersiapkan bukan sekadar menjadi lulusan yang paham teori, melainkan agen perubahan yang mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi, memiliki integritas, dan memahami peran pajak dalam pembangunan.
“Kehadiran relawan pajak Rinjani menjadi bukti bahwa kampus mampu melahirkan generasi muda yang siap mengabdi dan berkontribusi nyata,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Penyuluh KPP Pratama Lamongan, Sarjono, menyampaikan apresiasi tinggi terhadap peran FEB UNISLA dalam menyiapkan relawan pajak yang kompeten dan profesional. Ia menilai mahasiswa FEB UNISLA memiliki keunggulan dalam pemahaman dasar ekonomi dan akuntansi, sehingga relatif cepat beradaptasi dengan sistem Coretax.
“Keberadaan relawan pajak Rinjani dinilai sangat membantu DJP dalam memperluas jangkauan layanan sekaligus meningkatkan kualitas edukasi kepada wajib pajak,” ungkapnya
Sarjono menambahkan bahwa pendekatan berbasis kampus seperti ini efektif untuk mengurangi jarak antara sistem digital dan masyarakat. Dengan pendampingan langsung dari mahasiswa, wajib pajak merasa lebih nyaman dan terbantu, terutama dalam proses aktivasi dan otorisasi akun Coretax yang membutuhkan ketelitian data.
Ia berharap kerja sama dengan FEB UNISLA dapat terus berlanjut dan menjadi model kolaborasi berkelanjutan antara DJP dan perguruan tinggi.
Selama kegiatan berlangsung, suasana Auditorium UNISLA tampak dinamis dan penuh interaksi. Wajib pajak dari berbagai latar belakang, mulai dari pelaku UMKM, karyawan, hingga masyarakat umum, dilayani secara bertahap oleh relawan pajak Rinjani FEB UNISLA. Mahasiswa dengan sigap melakukan pengecekan identitas, verifikasi data, sinkronisasi informasi, hingga memastikan akun Coretax dapat diakses dengan baik. Proses pelayanan dilakukan dengan tetap mengedepankan keamanan data dan ketepatan informasi.
Banyak peserta mengaku terbantu dengan pendampingan langsung tersebut. Sebagian besar menyampaikan bahwa tanpa bantuan relawan pajak, mereka akan kesulitan memahami alur dan fitur dalam sistem Coretax. Pendekatan komunikatif mahasiswa membuat proses yang sebelumnya dianggap rumit menjadi lebih mudah dipahami. Hal ini sekaligus memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap layanan pajak digital yang sedang dikembangkan pemerintah.
Bagi mahasiswa FEB UNISLA, keterlibatan sebagai relawan pajak Rinjani menjadi pengalaman pembelajaran yang sangat berharga. Mereka berhadapan langsung dengan permasalahan nyata di lapangan, belajar menghadapi berbagai karakter wajib pajak, serta melatih kemampuan komunikasi, empati, dan problem solving. Pengalaman ini memperkaya kompetensi mahasiswa, baik hard skills maupun soft skills, yang akan menjadi bekal penting saat memasuki dunia kerja.
Kegiatan Aktivasi dan Otorisasi Akun Coretax di UNISLA ini menegaskan posisi FEB UNISLA sebagai fakultas yang adaptif, progresif, dan responsif terhadap kebutuhan zaman. Tidak hanya fokus pada pengajaran di ruang kelas, FEB UNISLA aktif mendorong mahasiswa terlibat dalam agenda strategis nasional, khususnya di bidang ekonomi dan perpajakan. Melalui relawan pajak Rinjani, FEB UNISLA mengambil peran nyata dalam membangun ekosistem pajak digital yang inklusif dan berkelanjutan.
Dengan terselenggaranya kegiatan ini, FEB UNISLA dan UNISLA secara umum kembali menegaskan komitmennya sebagai mitra strategis pemerintah dalam mendorong modernisasi layanan publik. Ke depan, kolaborasi serupa diharapkan terus dikembangkan, tidak hanya dalam bentuk aktivasi Coretax, tetapi juga edukasi berkelanjutan terkait literasi pajak digital.
Melalui peran aktif mahasiswa relawan pajak Rinjani, layanan pajak modern dan terintegrasi tidak lagi menjadi konsep abstrak, melainkan hadir nyata dan dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat Lamongan.


