KlikSiber.com – Sektor perikanan merupakan tulang punggung ekonomi Kabupaten Lamongan, namun di balik melimpahnya hasil laut, tersimpan risiko profesi yang sangat tinggi. Menyadari hal tersebut, BPJS Ketenagakerjaan Cabang Lamongan melakukan akselerasi kepesertaan dengan memanfaatkan momentum tradisi Petik Laut Rukun Nelayan Brondong.
Langkah “jemput bola” ini diambil sebagai strategi edukasi persuasif untuk menyasar ribuan nelayan dan pekerja sektor informal di wilayah pesisir utara. Dengan memadukan unsur kearifan lokal dan sosialisasi formal, BPJS Ketenagakerjaan berupaya meruntuhkan tembok skeptisisme masyarakat mengenai pentingnya jaminan sosial.
Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Lamongan, Jody Nuraga, menegaskan bahwa nelayan merupakan salah satu pilar ketahanan pangan nasional yang sering terlupakan aspek perlindungannya. Cuaca ekstrem dan tantangan teknis di laut lepas adalah ancaman nyata yang bisa terjadi kapan saja.
“Negara ingin memastikan bahwa setiap tetes keringat nelayan memiliki jaring pengaman. Melaut dengan tenang adalah hak setiap pekerja. Melalui program ini, kami hadir untuk mengalihkan risiko finansial yang mungkin timbul akibat kecelakaan kerja kepada negara,” ujar Jody, Kamis (29/1/2026).
Dalam sosialisasi tersebut, penekanan utama diberikan pada kategori pekerja Bukan Penerima Upah (BPU). Dua program yang menjadi ujung tombak adalah:
Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK): Memberikan perlindungan medis tanpa batas plafon biaya (unlimited) sesuai kebutuhan medis bagi peserta yang mengalami insiden saat bekerja.
Jaminan Kematian (JKM): Memberikan santunan tunai kepada ahli waris untuk menjaga stabilitas ekonomi keluarga jika peserta meninggal dunia.
Jody memaparkan bahwa stigma “asuransi mahal” harus segera dikikis. Dengan iuran yang sangat terjangkau bahkan lebih murah dari biaya pulsa bulanan nelayan sudah bisa mendapatkan proteksi menyeluruh yang diatur oleh undang-undang.
Tidak berhenti di sektor kelautan, BPJS Ketenagakerjaan Lamongan menargetkan tahun 2026 sebagai tahun ekspansi masif bagi pekerja informal lainnya. Selain nelayan, kelompok sasaran yang tengah digarap meliputi petani, pedagang pasar, hingga mitra driver ojek online.
Pendekatan melalui komunitas seperti Rukun Nelayan Brondong terbukti lebih efektif dibandingkan jalur administratif konvensional. Hal ini dikarenakan adanya kepercayaan (trust) yang terbangun di tingkat akar rumput.
Dengan meningkatnya kepesertaan aktif, diharapkan tingkat kemiskinan ekstrem akibat hilangnya tulang punggung keluarga dapat ditekan secara signifikan. Perayaan Petik Laut tahun ini pun menjadi simbol sinergi antara pelestarian adat dan modernisasi perlindungan sosial bagi masyarakat Lamongan.


