KlikSiber.com – Kepedulian terhadap pekerja sektor informal di usia senja kembali ditunjukkan oleh Presiden Prabowo Subianto. Melalui Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional (GSN), sebanyak 200 unit becak listrik resmi diserahkan kepada para penarik becak lanjut usia (lansia) di Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, Selasa (03/02).

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Prosesi penyerahan bantuan yang berlangsung khidmat di Pendopo Lokatantra ini menandai babak baru bagi transformasi transportasi tradisional di Jawa Timur. Program ini bukan sekadar bantuan logistik, melainkan sebuah ikhtiar untuk menghadirkan keadilan sosial dan standar kerja yang lebih manusiawi bagi masyarakat bawah.

Meringankan Beban di Usia Senja

Direktur Perencanaan dan Pengembangan Usaha Yayasan GSN, Mayjen (Purn) Firman Dahlan, dalam sambutannya menekankan bahwa pemilihan becak listrik merupakan solusi teknis atas masalah fisik yang dihadapi para lansia. Di Lamongan, masih banyak ditemui penarik becak yang tetap tangguh mengais rezeki meski telah menginjak usia 60 hingga 75 tahun.

“Kita melihat kenyataan di lapangan, banyak bapak-bapak kita yang usianya sudah lanjut namun tetap harus berjuang di jalanan. Dengan bantuan becak listrik ini, mereka tidak perlu lagi menguras tenaga fisik secara berlebihan. Kami ingin mereka tetap produktif mencari nafkah dengan cara yang lebih bermartabat dan tidak menyiksa fisik,” ungkap Firman Dahlan.

Teknologi motor penggerak listrik pada becak ini dirancang khusus untuk memudahkan navigasi di jalanan kota, mengurangi kelelahan, sekaligus menekan biaya operasional harian karena tidak memerlukan tenaga otot sepenuhnya maupun bahan bakar fosil.

Sentuhan Inovasi untuk Pariwisata dan Lingkungan

Selain dimensi kemanusiaan, penggunaan becak listrik ini juga selaras dengan visi pemerintah dalam menciptakan ekosistem transportasi ramah lingkungan. Kehadiran becak listrik di Lamongan diprediksi akan menjadi daya tarik tersendiri bagi sektor pariwisata daerah.

Firman menambahkan bahwa tukang becak adalah representasi dari identitas budaya kota. Dengan beralih ke tenaga listrik, para tukang becak kini menjadi bagian dari solusi polusi udara, sekaligus memberikan pengalaman berkendara yang lebih nyaman bagi wisatawan maupun warga lokal.

Apresiasi Pemerintah Daerah

Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi, yang hadir langsung dalam acara tersebut, menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi mendalam kepada Presiden Prabowo dan Yayasan GSN. Menurutnya, program ini sangat relevan dengan profil demografis pekerja informal di wilayahnya.

“Kami sangat berterima kasih. Program ini benar-benar menyentuh akar rumput. Di Lamongan, penarik becak usia 70 tahun masih ada yang aktif. Bantuan ini adalah jawaban nyata atas keinginan mereka untuk tetap mandiri secara ekonomi tanpa harus mengorbankan kesehatan secara drastis,” ujar pria yang akrab disapa Pak Yes tersebut.

Penyaluran 200 unit becak listrik ini diharapkan menjadi stimulasi bagi program serupa di kota-kota lain di Indonesia. Langkah ini membuktikan bahwa modernisasi tidak harus menyingkirkan tradisi, melainkan memperkuatnya dengan sentuhan teknologi yang inklusif dan memanusiakan manusia.