KlikSiber.com — Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama Pemerintah Kabupaten Langkat dan masyarakat setempat terus mempercepat penanganan banjir yang masih menggenangi wilayah Kecamatan Tanjung Pura dan Besitang hingga Jumat (12/12).

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Upaya penanganan dilakukan secara terpadu melalui perbaikan tanggul jebol serta pengurasan air di permukiman warga menggunakan pompa.

Dengan pendampingan BNPB sebagai koordinator, proses penutupan dan perbaikan tanggul dilaksanakan oleh Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Langkat dengan melibatkan warga setempat. Langkah ini menjadi bagian penting untuk mencegah limpasan air susulan ke kawasan permukiman.

Sementara itu, pengurangan genangan air dilakukan melalui optimalisasi rumah pompa milik Pemerintah Kabupaten Langkat yang terus menguras kolam retensi. Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Sumatra Utara II turut mendukung dengan mengerahkan satu unit mobil pompa portable. Selain dukungan pemerintah, warga juga berinisiatif mengoperasikan pompa air secara swadaya dan bergotong royong.

BNPB memperkuat upaya tersebut dengan mengerahkan sejumlah pompa alkon yang dioperasikan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Langkat. BNPB juga mendukung kebutuhan operasional berupa bahan bakar pompa air serta penyediaan sandbag untuk memperkuat penutupan tanggul.

Hasil dari kerja bersama tersebut mulai terlihat. Hingga Jumat sore, genangan air di kawasan terdampak terpantau berangsur surut dengan ketinggian muka air berkisar antara 10 hingga 30 sentimeter. Sehari sebelumnya, jalur permukiman masih belum dapat dilalui kendaraan darat akibat genangan yang cukup tinggi.

Apabila tidak terjadi hujan dalam dua hari ke depan, genangan air diperkirakan dapat sepenuhnya surut. Dengan demikian, warga diharapkan dapat kembali ke rumah masing-masing untuk melakukan pembersihan sisa banjir.

Dari total sembilan titik tanggul yang jebol, tiga di antaranya telah berhasil ditutup menggunakan material tanah dan semen kering. Tanggul yang telah diperbaiki juga diperkuat dengan pasak bambu sebagai penopang tambahan guna memastikan struktur lebih kokoh.

Sebelumnya, hujan dengan intensitas tinggi mengguyur Kabupaten Langkat selama hampir sepekan, menyebabkan debit sungai meningkat dan meluap ke permukiman warga. Derasnya arus banjir mengakibatkan tanggul di Jalan Jurung, Kelurahan Pekan Tanjung Pura, jebol di beberapa titik dan memperparah banjir di dua kecamatan tersebut. Ketinggian air bahkan sempat mencapai se-dada orang dewasa, memaksa warga mengungsi.

Pengungsian warga dipusatkan di Gedung MTs Negeri 1 Langkat dengan kapasitas 27 ruang, masing-masing dapat menampung 7 hingga 8 kepala keluarga atau sekitar 20 orang per ruang. Untuk memenuhi kebutuhan dasar, Dinas Sosial telah mendirikan dapur umum, sementara pasokan air bersih didukung oleh Kementerian Pekerjaan Umum. Pelayanan kesehatan disiagakan oleh puskesmas setempat, serta jaringan listrik dan telekomunikasi dilaporkan tetap berfungsi normal.

Meski proses pemulihan masih berlangsung, aktivitas ekonomi di Tanjung Pura dan sekitarnya mulai kembali bergerak. Pelayanan kesehatan di RSUD Langkat terus diupayakan kembali normal, termasuk kegiatan belajar mengajar di sekolah yang secara bertahap mulai berjalan.

Melalui kolaborasi antara pemerintah, lembaga terkait, dan masyarakat, penanganan banjir di Kabupaten Langkat menunjukkan perkembangan yang signifikan. Upaya berkelanjutan ini diharapkan dapat mempercepat pemulihan penuh sehingga aktivitas warga dapat kembali berjalan aman dan tertata.