KlikSiber.com – Mengantisipasi tingginya mobilitas masyarakat pada masa Angkutan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru), PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 8 Surabaya memperketat sistem pengamanan dengan melibatkan Detasemen Polisi Satwa (K9) Polda Jawa Timur. Sebanyak 12 unit K9 disiagakan di Stasiun Surabaya Gubeng dan Stasiun Surabaya Pasarturi sebagai bagian dari pengamanan terpadu.
Manager Humas KAI Daop 8 Surabaya, Mahendro Trang Bawono, menjelaskan bahwa penguatan pengamanan ini bertujuan untuk memberikan perlindungan maksimal sekaligus meningkatkan rasa aman bagi pelanggan yang melakukan perjalanan selama libur akhir tahun.
“Penempatan Unit K9 merupakan langkah preventif untuk meminimalkan potensi gangguan keamanan di area stasiun. Kehadiran mereka juga menjadi bagian dari peningkatan standar keselamatan pelanggan selama masa Angkutan Nataru,” kata Mahendro, Sabtu (27/12).
Ia menambahkan, selama periode 24 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026, tim K9 bersama petugas keamanan KAI melaksanakan patroli berkala di area publik stasiun, mulai dari ruang tunggu, peron, hingga kawasan sekitar jalur kereta api. Unit K9 juga membantu pemeriksaan barang bawaan penumpang secara selektif serta mendukung deteksi dini terhadap potensi ancaman keamanan.
“Dengan kemampuan khusus yang dimiliki Unit K9, kami berharap seluruh pelanggan dapat merasakan perjalanan yang lebih aman dan nyaman,” ujarnya.
Pengamanan tersebut diperkuat melalui sinergi bersama TNI dan Polri yang turut melakukan penjagaan di sejumlah titik strategis operasional perkeretaapian di wilayah Daop 8 Surabaya.
Seiring dengan peningkatan pengamanan, KAI Daop 8 Surabaya juga mencatat lonjakan signifikan jumlah pengguna jasa kereta api selama masa libur Nataru. Berdasarkan data sementara hingga Minggu (27/12) pukul 11.00 WIB, sebanyak 43.587 pelanggan tercatat menggunakan layanan kereta api di wilayah Daop 8 Surabaya, dengan rincian 24.434 pelanggan berangkat dan 22.153 pelanggan tiba.
“Jumlah tersebut diperkirakan masih akan bertambah seiring beroperasinya seluruh perjalanan kereta api hingga akhir hari,’ ungkapnya.
Secara akumulatif, sejak 18 hingga 27 Desember 2025, total pergerakan penumpang di wilayah Daop 8 Surabaya mencapai 454.863 pelanggan, yang terdiri dari 240.626 pelanggan berangkat dan 214.237 pelanggan tiba.
Menurut Mahendro, tingginya angka tersebut menunjukkan bahwa kereta api tetap menjadi pilihan utama masyarakat sebagai moda transportasi jarak menengah dan jauh selama periode liburan Natal dan Tahun Baru.
Sejumlah relasi favorit yang banyak diminati pelanggan dari wilayah Daop 8 Surabaya antara lain tujuan Yogyakarta, Jakarta, Bandung, serta Ketapang. Rute-rute tersebut menjadi pilihan utama untuk keperluan liburan, kunjungan keluarga, hingga perjalanan akhir tahun.
Untuk melayani kebutuhan perjalanan masyarakat selama 18 hari masa Angkutan Nataru, mulai 18 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026, KAI Daop 8 Surabaya menyiapkan kapasitas angkut sebanyak 449.352 tempat duduk. Jumlah tersebut terdiri dari 386.064 tempat duduk KA reguler dan 63.288 tempat duduk KA tambahan, dengan rata-rata ketersediaan 24.964 tempat duduk per hari.
KAI Daop 8 Surabaya juga mengoperasikan 58 perjalanan kereta api setiap hari, yang terdiri dari 51 perjalanan KA reguler dan 7 perjalanan KA tambahan. Hingga saat ini, tingkat penjualan tiket telah mencapai sekitar 79 persen dari total kapasitas, dengan proyeksi jumlah pelanggan selama masa Nataru mencapai 691.767 orang.
“Kami mengimbau masyarakat untuk merencanakan perjalanan sejak dini dan melakukan pembelian tiket melalui aplikasi Access by KAI atau kanal resmi lainnya agar mendapatkan kepastian jadwal serta tarif terbaik,” tutup Mahendro Trang Bawono.


