KlikSiber.com – Kepolisian Resor (Polres) Bojonegoro memasuki babak baru dalam perjalanan institusinya setelah tongkat kepemimpinan resmi diserahkan kepada AKBP Yenny Diarty. Penunjukan tersebut menjadi catatan penting dalam sejarah Polres Bojonegoro karena untuk pertama kalinya jabatan Kapolres diemban oleh seorang Polisi Wanita (Polwan).

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Mutasi jabatan itu tertuang dalam Surat Telegram Kapolri Nomor ST/1336/VI/KEP/2026 tertanggal 25 Juni 2026 sebagai bagian dari rotasi dan penyegaran organisasi di lingkungan Kepolisian Negara Republik Indonesia. AKBP Yenny Diarty menggantikan AKBP Afrian Satya Permadi yang mendapat promosi sebagai Wakapolresta Karawang, Polda Jawa Barat.

Pergantian kepemimpinan tersebut merupakan bagian dari langkah strategis Polri dalam meningkatkan efektivitas organisasi sekaligus memperkuat kualitas pelayanan kepada masyarakat di seluruh wilayah Indonesia.

Kehadiran AKBP Yenny Diarty di Bojonegoro membawa harapan baru bagi masyarakat. Selain mencetak sejarah sebagai perempuan pertama yang memimpin Polres Bojonegoro, ia juga dikenal sebagai sosok perwira menengah yang memiliki pengalaman panjang di berbagai bidang kepolisian.

Sebelum dipercaya memimpin Polres Bojonegoro, AKBP Yenny menjabat sebagai Kasubdit Registrasi dan Identifikasi (Regident) Direktorat Lalu Lintas Polda Sumatera Selatan. Jabatan tersebut memberikan pengalaman luas dalam pengelolaan administrasi kepolisian, pelayanan publik, hingga penguatan sistem lalu lintas berbasis pelayanan modern.

Perjalanan kariernya di institusi Polri dimulai melalui pendidikan Bintara pada tahun 1998. Sejak awal pengabdian, AKBP Yenny telah menunjukkan dedikasi dan kemampuan yang menonjol. Salah satu prestasi yang masih dikenang adalah keberhasilannya meraih peringkat pertama dalam kemampuan menembak saat mengikuti pendidikan kepolisian.

Prestasi tersebut menjadi gambaran kedisiplinan, fokus, serta profesionalisme yang kemudian terus melekat sepanjang perjalanan kariernya. Berbekal pengalaman bertugas di berbagai satuan, ia dikenal sebagai pemimpin yang tegas dalam menjalankan aturan namun tetap mengedepankan pendekatan humanis terhadap anggota maupun masyarakat.

Karakter kepemimpinan seperti itu dinilai relevan dengan tantangan keamanan yang dihadapi Kabupaten Bojonegoro. Sebagai daerah yang terus berkembang di sektor ekonomi, investasi, hingga industri migas, kebutuhan akan stabilitas keamanan dan pelayanan kepolisian yang profesional menjadi salah satu prioritas utama.

Masyarakat berharap kepemimpinan AKBP Yenny mampu memperkuat sinergi antara Polres Bojonegoro dengan pemerintah daerah, tokoh agama, tokoh masyarakat, organisasi kemasyarakatan, hingga kalangan pemuda. Kolaborasi tersebut dinilai penting untuk menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) tetap kondusif.

Selain itu, peningkatan pelayanan publik berbasis transparansi dan kemudahan akses juga menjadi harapan masyarakat. Dengan latar belakang panjang di bidang lalu lintas dan pelayanan administrasi kepolisian, AKBP Yenny diharapkan mampu menghadirkan inovasi pelayanan yang semakin cepat, responsif, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.

Kepemimpinannya juga diharapkan mampu mengimplementasikan program transformasi Polri Presisi yang menitikberatkan pada pendekatan prediktif, responsibilitas, serta transparansi berkeadilan. Program tersebut menjadi bagian dari upaya membangun kepercayaan publik melalui pelayanan kepolisian yang profesional dan akuntabel.

Bagi AKBP Yenny Diarty, amanah sebagai Kapolres Bojonegoro bukan sekadar promosi jabatan, melainkan tanggung jawab besar untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat. Dengan bekal pengalaman, integritas, dan rekam jejak pengabdian selama puluhan tahun di institusi Polri, publik optimistis kepemimpinannya akan membawa semangat baru dalam menjaga keamanan serta meningkatkan kualitas pelayanan kepolisian di Kabupaten Bojonegoro.

Momentum bersejarah ini sekaligus menjadi inspirasi bahwa kesempatan memimpin di institusi kepolisian terbuka bagi siapa saja yang memiliki kompetensi, dedikasi, dan integritas tinggi. Kehadiran AKBP Yenny Diarty diharapkan mampu menjadi simbol kemajuan, profesionalisme, dan penguatan pelayanan Polri di Bumi Angling Dharma.