KlikSiber.com, LAMONGAN – Video yang memperlihatkan debu pekat membumbung tinggi di area pabrik aspal wilayah Kalikapas, Kecamatan Lamongan, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, viral di media sosial. Kondisi tersebut memicu keluhan warga yang mengaku terganggu oleh debu dan bau yang diduga berasal dari aktivitas pabrik.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Dalam video yang beredar pada Jumat (16/10/2026), terlihat debu membubung di atas area pabrik. Warga menyebut debu yang terbawa angin masuk ke rumah hingga mengganggu kenyamanan dan aktivitas sehari-hari.

Tak hanya persoalan debu, warga juga mengeluhkan bau yang disebut kerap tercium pada malam hari, terutama saat tengah malam. Kondisi itu menimbulkan kekhawatiran masyarakat terhadap kenyamanan lingkungan dan kemungkinan dampaknya bagi kesehatan.

Seorang perempuan paruh baya dalam video tersebut menyampaikan keresahannya terkait kondisi yang dirasakan warga di sekitar pabrik aspal. Ia mengaku persoalan tersebut membuat masyarakat merasa lelah, terlebih karena bau yang disebut muncul berulang kali.

“Yang dirasa pertama ya itu susah dan capek, masalah kesehatan juga terdampak, kan ada baunya. Baunya itu di waktu tengah malam, yang sering itu,” ujar perempuan tersebut dalam video.

Keluhan itu menggambarkan keresahan warga yang berharap kondisi lingkungan tempat tinggal mereka mendapat perhatian. Meski demikian, dampak kesehatan yang dikeluhkan tersebut masih memerlukan pemeriksaan lebih lanjut untuk memastikan penyebab dan kaitannya dengan aktivitas pabrik.

Dampak yang dikeluhkan warga disebut tidak hanya dirasakan oleh masyarakat yang tinggal di sekitar lokasi. Debu yang terbawa angin juga dikabarkan mengenai dagangan warga yang berada di depan area pabrik.

Kondisi tersebut menambah keresahan masyarakat yang menggantungkan penghasilan dari usaha sehari-hari. Warga berharap persoalan debu dapat segera ditangani agar tidak terus mengganggu aktivitas ekonomi maupun kenyamanan lingkungan.

Selain itu, dalam video yang sama disampaikan keluhan mengenai perilaku sejumlah sopir yang disebut memarkir kendaraan sembarangan dan membuang sampah di depan rumah warga.

Keluhan tersebut turut menjadi perhatian karena berkaitan dengan kenyamanan masyarakat yang tinggal di sekitar area operasional pabrik.

Melalui video yang beredar, warga secara terbuka meminta perhatian Bupati Lamongan dan DPRD Kabupaten Lamongan. Mereka berharap pemerintah daerah tidak hanya menerima laporan, tetapi juga menindaklanjuti persoalan tersebut melalui pengecekan langsung di lapangan.

“Yang terhormat Bapak Bupati dan Bapak DPRD Lamongan, mohon untuk bantuannya untuk bisa mengatasi masalah kami orang kecil yang terdampak pabrik aspal ini,” ungkapnya.

Permintaan tersebut menjadi bentuk harapan warga agar keluhan yang mereka sampaikan mendapat solusi nyata. Warga menginginkan adanya penanganan terhadap debu, bau, serta persoalan lain yang disebut mengganggu kehidupan masyarakat di sekitar pabrik.

Warga berharap pemerintah daerah, DPRD, dan instansi terkait segera menindaklanjuti persoalan ini secara objektif. Dengan pemeriksaan langsung dan penanganan yang tepat, sumber gangguan dapat diketahui dan solusi dapat dirumuskan tanpa mengabaikan hak masyarakat atas lingkungan yang nyaman dan sehat.