KlikSiber.com, KARANGASEM – Bupati Karangasem I Gusti Putu Parwata (Gus Par) meminta berbagai kendala dalam pelaksanaan proyek pembangunan segera ditangani agar tidak memengaruhi kualitas maupun target penyelesaian pekerjaan.
Hal tersebut disampaikan Gus Par saat melakukan monitoring dan evaluasi (monev) sejumlah pembangunan di Kecamatan Karangasem, Kamis (24/9).
Dalam peninjauan lapangan itu, Bupati didampingi Camat Karangasem, Kepala Disdikpora Karangasem, Tim Ahli Bupati Bidang Perencanaan dan Pembangunan serta tim monev terkait.
Sejumlah persoalan ditemukan dalam pelaksanaan pekerjaan. Mulai dari keterbatasan tenaga kerja dan material, terbatasnya penyedia, hingga pelaksanaan proyek yang berpotensi mengganggu aktivitas belajar mengajar.
Gus Par mengatakan, monev dilakukan bukan semata-mata untuk mengetahui persentase penyelesaian proyek. Peninjauan langsung diperlukan untuk mengetahui persoalan yang dihadapi pelaksana sekaligus menentukan langkah penyelesaiannya.
“Yang kita lihat bukan hanya apakah pekerjaan sudah berjalan, tetapi apakah ada kendala dan bagaimana solusinya. Kita ingin setiap anggaran yang digunakan benar-benar menghasilkan pembangunan yang berkualitas dan manfaatnya dirasakan masyarakat,” ujar Gus Par.
Sektor pendidikan menjadi salah satu fokus peninjauan. Terdapat enam paket pekerjaan dengan total nilai kontrak mencapai Rp3,51 miliar yang mendapat perhatian Bupati.
Gus Par menginstruksikan pihak sekolah, pelaksana pekerjaan, pengampu kegiatan dan pihak terkait meningkatkan koordinasi apabila menemukan hambatan. Persoalan di lapangan diminta tidak dibiarkan berlarut hingga berdampak pada target penyelesaian.
“Kendala yang ditemukan harus segera dikoordinasikan dan dicarikan jalan keluarnya. Jangan sampai persoalan tenaga kerja, material maupun teknis lainnya justru menghambat pekerjaan,” tegasnya.
Menurut Gus Par, penyelesaian proyek sesuai target memang penting. Namun, kecepatan pengerjaan tidak boleh mengorbankan mutu bangunan.
Ia meminta pelaksana tetap berpedoman pada perencanaan dan spesifikasi pekerjaan. Terlebih, sejumlah proyek berada di lingkungan sekolah sehingga aspek keamanan dan kenyamanan siswa serta tenaga pendidik perlu menjadi perhatian.
“Jangan hanya mengejar pekerjaan cepat selesai. Kualitas konstruksi harus dijaga. Apalagi ini fasilitas pendidikan yang nantinya digunakan siswa dan guru dalam jangka panjang,” katanya.
Untuk pekerjaan yang berpotensi mengganggu kegiatan belajar mengajar, Gus Par meminta pola pengerjaan ditata dan dikoordinasikan dengan pihak sekolah. Dengan demikian, pembangunan dapat terus berlangsung tanpa mengganggu proses pendidikan.
Selain mengevaluasi pembangunan fisik, kunjungan tersebut menjadi kesempatan bagi Bupati untuk berdialog dengan tenaga pendidik. Salah satu persoalan yang disampaikan adalah pemerataan guru dan jarak penempatan tenaga pengajar.
Gus Par mengarahkan persoalan tersebut untuk dikaji lebih lanjut sesuai ketentuan, kebutuhan organisasi dan efektivitas pelayanan pendidikan.
“Masukan dari para guru tentu menjadi perhatian. Penataan harus dikaji sesuai kebutuhan dan aturan yang berlaku sehingga pelayanan pendidikan tetap berjalan secara efektif,” ujarnya.
Peninjauan kemudian dilanjutkan ke pembangunan rabat beton di Banjar Timbul Kelod dan Banjar Meranggi.
Gus Par memastikan pembangunan infrastruktur tersebut dapat memberikan manfaat bagi mobilitas dan aktivitas masyarakat. Ia juga meminta masyarakat ikut menjaga fasilitas setelah pekerjaan rampung.
“Pembangunan ini menggunakan anggaran untuk kepentingan masyarakat. Setelah selesai, mari kita jaga dan pelihara bersama agar manfaatnya bisa dirasakan dalam waktu yang lama,” katanya.
Melalui monitoring langsung tersebut, Pemkab Karangasem berupaya memastikan setiap kendala pembangunan segera mendapat penanganan. Pengawasan juga dilakukan agar proyek tidak hanya selesai sesuai target, tetapi memiliki kualitas serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.


