KlikSiber.com – Upaya kemanusiaan untuk membantu korban banjir bandang dan tanah longsor di wilayah Sumatra terus mengalir. Lembaga Amil Zakat, Infak, dan Sedekah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) resmi membuka Posko Logistik utama di depan Kantor MUI Aceh, Jalan Soekarno-Hatta, Lampeuneurut, Tingkeum, Kecamatan Darul Imarah, Kabupaten Aceh Besar sebagai pusat distribusi bantuan untuk masyarakat terdampak.
Selain posko logistik, LAZISNU juga mendirikan Posko Informasi dan Koordinasi Relawan di Gedung PWNU Aceh, Jalan Mohd. Thahier Nomor 9 Komplek Dayah Thalibul Huda Darul Imarah, Aceh Besar, untuk mempermudah pemberangkatan dan koordinasi relawan NU Peduli ke titik bencana.
Wakil Direktur Fundraising, Humas, dan IT NU Care–LAZISNU PBNU, Anik Rifkoh, turut memimpin tim respon cepat yang pertama kali diterjunkan ke lokasi terdampak.
“Kami dari LAZISNU Pusat merupakan tim pertama yang turun. Insyaallah akan ada tim-tim berikutnya yang akan membantu,” ujarnya saat menemui Relawan NU Peduli Aceh, Muhammad Idris.
Di posko penyortiran, para relawan mempersiapkan paket bantuan pakaian untuk anak-anak, dewasa, dan lansia sebelum dikirimkan ke daerah terdampak.
“Kami sortir pakaian untuk dibagikan ke daerah terdampak seperti Pidie Jaya, Bireuen, dan wilayah lainnya,” jelas Idris.
LAZISNU membuka berbagai kanal donasi untuk masyarakat yang ingin membantu korban banjir bandang dan tanah longsor di Sumatra. Donasi dapat disalurkan melalui:
💳 Transfer Rekening
BCA: 0683331926 (Yayasan Amil Zakat Infaq dan Shadaqah NU)
BSI: 7779876777 (PP LAZIS NU Non Zakat)
🌐 Donasi Online
https://nucare.id
https://filantropi.nu.or.id
Sementara itu, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merilis pembaruan data korban bencana hidrometeorologi di Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara. Hingga Kamis (4/12/2025) pukul 16.00 WIB, jumlah korban meninggal dunia bertambah menjadi 836 jiwa.
Rincian per provinsi:
Aceh 325 jiwa 170 orang masih hilang
Sumatera Utara 311 jiwa
Sumatera Barat 200 jiwa
Selain korban jiwa, BNPB mencatat kerusakan fasilitas publik dan infrastruktur mencapai 536 fasilitas umum, 25 fasilitas kesehatan, 326 fasilitas pendidikan, rumah ibadah rusak (jumlah tidak disebutkan), 295 jembatan rusak.
Posko logistik dan posko relawan berbasis LAZISNU telah beroperasi untuk memastikan distribusi bantuan kemanusiaan berjalan terorganisir.
Dengan masih tingginya jumlah korban dan kerusakan infrastruktur, partisipasi publik dalam penyaluran donasi sangat dibutuhkan untuk mempercepat pemulihan kondisi masyarakat di wilayah terdampak.


