KlikSiber.com – Kebutuhan tenaga medis di Indonesia yang terus meningkat mendorong Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Kiai Saad Ibrahim, untuk meminta lebih banyak perguruan tinggi Muhammadiyah membuka fakultas kedokteran.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Imbauan tersebut disampaikan dalam acara Resepsi Milad Muhammadiyah ke-113 yang digelar Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Ponorogo di GOR Singodimedjo, Sabtu (22/11).

Dalam kesempatan itu, Kiai Saad secara khusus menekankan kepada Universitas Muhammadiyah Ponorogo (UMPO) agar segera merintis pendirian fakultas kedokteran. Ia menyebut, jumlah Perguruan Tinggi Muhammadiyah (PTM) di Jawa Timur yang memiliki fakultas kedokteran masih terbatas, yakni hanya UMM, UMSIDA, dan UMSurabaya.

Menurutnya, keberadaan institusi pendidikan kedokteran sangat penting seiring berkembangnya amal usaha Muhammadiyah, termasuk sekolah, rumah sakit, dan klinik yang jumlahnya mencapai ribuan di Jawa Timur. Dengan jaringan AUM yang terus tumbuh, kebutuhan tenaga kesehatan profesional pun semakin besar.

“PTM di Jawa Timur berkembang pesat, akreditasinya meningkat, dan amal usaha pendidikan maupun kesehatan bertambah banyak. Itu sebabnya kebutuhan dokter di lingkungan Muhammadiyah juga semakin mendesak,” ujarnya.

Kiai Saad menegaskan bahwa kekuatan Persyarikatan Muhammadiyah terletak pada kesatuan kepemilikan amal usahanya baik di dalam negeri maupun luar negeri yang semuanya berada di bawah naungan Muhammadiyah. Menurutnya, keberkahan dan keberlanjutan organisasi tidak lepas dari pertolongan Allah SWT.

Ia juga meyakini bahwa setiap dukungan yang mengalir ke Muhammadiyah, termasuk dari para dermawan dan pemilik modal (aghniah), merupakan bentuk pertolongan Allah. Hal inilah yang membuat Muhammadiyah dapat terus memberikan kontribusi besar bagi umat hingga mencapai usia 113 tahun.

“Allah memiliki banyak cara untuk menjaga Muhammadiyah. Suksesi kepemimpinan kita berjalan damai, tertib, dan jauh dari kegaduhan. Ini semua bagian dari ketentuan-Nya,” tutur Kiai Saad.

Dengan seruan ini, Muhammadiyah diharapkan semakin memperkuat peran strategisnya dalam dunia kesehatan, sekaligus menjawab kebutuhan nasional akan dokter dan tenaga kesehatan berkualitas.