BERITASIBER.COM | SURABAYA – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 8 Surabaya mencatat peningkatan signifikan jumlah penumpang selama masa Angkutan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026.
Selama periode 18 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026, KAI Daop 8 Surabaya melayani total 837.240 penumpang, atau naik sekitar 10,5 persen dibandingkan periode Nataru tahun sebelumnya.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 429.774 penumpang tercatat menggunakan layanan keberangkatan dari berbagai stasiun di wilayah Daop 8 Surabaya, sementara 407.466 penumpang lainnya merupakan penumpang yang tiba.
Tingginya angka mobilitas ini mencerminkan tingginya minat masyarakat menggunakan transportasi kereta api sebagai pilihan utama selama libur panjang akhir tahun.
Hingga Senin (5/1/2026), arus balik penumpang masih terpantau cukup tinggi. Berdasarkan data sementara yang dihimpun hingga pukul 10.00 WIB, diperkirakan sebanyak 39.566 penumpang menggunakan layanan kereta api di wilayah KAI Daop 8 Surabaya pada hari tersebut. Rinciannya, 15.966 penumpang berangkat dan 23.600 penumpang tiba, dengan jumlah yang diprediksi masih akan bertambah hingga malam hari.
Manager Humas KAI Daop 8 Surabaya, Mahendro Trang Bawono, menyampaikan bahwa tingginya jumlah penumpang tiba menjadi indikator kuat masih berlangsungnya arus balik pascalibur Nataru. Menurutnya, KAI terus berupaya menjaga kualitas layanan hingga akhir masa angkutan.
“Kami memastikan seluruh perjalanan kereta api tetap berjalan dengan aman, nyaman, dan tepat waktu. Tingginya penumpang tiba hari ini menandakan arus balik masih terjadi dan terus kami antisipasi dengan kesiapan operasional,” ujar Mahendro.
Selama periode Nataru, Stasiun Surabaya Gubeng menjadi stasiun dengan volume penumpang tertinggi di wilayah Daop 8 Surabaya, melayani total 251.587 penumpang. Disusul Stasiun Surabaya Pasarturi dengan 238.073 penumpang, serta Stasiun Malang yang melayani 146.823 penumpang. Ketiga stasiun tersebut menjadi simpul utama pergerakan penumpang selama libur akhir tahun.
Mahendro menambahkan, kelancaran angkutan Nataru tahun ini tidak terlepas dari kesiapan sarana dan prasarana, optimalisasi pola operasi perjalanan kereta api, serta koordinasi yang solid dengan seluruh pemangku kepentingan.
“Kami mengapresiasi kepercayaan masyarakat yang memilih kereta api sebagai moda transportasi selama Nataru. Ke depan, KAI berkomitmen terus meningkatkan layanan guna menghadirkan transportasi publik yang andal, aman, dan berkelanjutan,” pungkasnya.


