KlikSiber.com – Bencana banjir di Kabupaten Tangerang, Banten, kembali menunjukkan eskalasi yang mengkhawatirkan. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tangerang mencatat, hingga akhir pekan ini banjir masih merendam sedikitnya tujuh kecamatan dengan jumlah warga terdampak mencapai sekitar 14.000 kepala keluarga (KK).
Kepala BPBD Kabupaten Tangerang, Ahmad Taufik, mengatakan bahwa banjir yang saat ini terjadi merupakan dampak lanjutan dari cuaca ekstrem yang terus melanda wilayah Tangerang dalam beberapa pekan terakhir. Curah hujan tinggi disertai meluapnya sejumlah sungai dan danau menyebabkan genangan air kembali menguasai kawasan permukiman warga.
“Banjir ini sebenarnya sudah berlangsung sejak Minggu, 11 Januari. Sempat meluas hingga 24 kecamatan di 119 desa dan kelurahan, dengan total warga terdampak sekitar 50 ribu jiwa,” kata Ahmad Taufik di Tangerang, Sabtu (24/1).
Menurutnya, kondisi sempat berangsur membaik setelah genangan surut secara bertahap. Namun, hujan dengan intensitas tinggi yang kembali turun sejak awal pekan membuat banjir muncul lagi di sejumlah titik rawan. Saat ini, wilayah yang masih terdampak berada di Kecamatan Gunung Kaler, Kresek, Pasar Kemis, Solear, Cisoka, Jayanti, dan Balaraja.
“Ketinggian air bervariasi, mulai dari 60 sentimeter hingga lebih dari dua meter. Genangan paling parah berada di Gunung Kaler, Kresek, dan Jayanti,” jelasnya.
BPBD Kabupaten Tangerang mencatat sekitar dua persen dari total 14.000 KK terdampak terpaksa mengungsi ke posko darurat maupun ke rumah kerabat yang lebih aman. Sementara sebagian besar warga lainnya memilih bertahan di rumah dengan keterbatasan aktivitas akibat genangan air.
Ahmad Taufik menambahkan, data jumlah warga terdampak masih bersifat sementara dan terus diperbarui seiring kondisi cuaca yang belum stabil.
“Pendataan masih berjalan karena hujan masih sering turun dan air bisa naik kembali kapan saja,” ujarnya.
Sebagai langkah penanganan darurat banjir Kabupaten Tangerang, pemerintah daerah telah mengerahkan berbagai sumber daya untuk membantu warga. BPBD menyalurkan mesin pompa air guna mempercepat penyedotan genangan di kawasan padat penduduk. Selain itu, Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air juga menurunkan alat berat dan pompa tambahan di sejumlah titik strategis.
“Upaya penanganan terus kami lakukan, baik dari sisi evakuasi warga, pendistribusian logistik, hingga percepatan surutnya air,” kata Ahmad Taufik.
Pemerintah Kabupaten Tangerang mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi banjir susulan, mengingat prakiraan cuaca menunjukkan intensitas hujan masih cukup tinggi dalam beberapa hari ke depan.
Warga juga diminta segera melapor kepada aparat setempat jika kondisi air kembali meningkat atau membutuhkan bantuan darurat.


