KlikSiber.com – Isu perundungan (bullying) yang kian marak di dunia pendidikan menjadi perhatian serius bagi kelompok mahasiswa Belajar Bersama Komunitas (BBK) Universitas Airlangga (UNAIR). Sebagai langkah preventif, mereka menggelar program edukasi khusus bertajuk “Sosialisasi Anti Bullying” yang menyasar para siswa di TK Kartika Sari, Kabupaten Lamongan.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Langkah ini bukan sekadar tugas pengabdian masyarakat biasa, melainkan sebuah misi strategis dalam mendukung capaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya poin ke-4 mengenai pendidikan berkualitas dan poin ke-10 terkait pengurangan ketimpangan melalui inklusivitas sosial.

Menanamkan Empati Lewat Bahasa Bermain

Menghadapi 40 siswa yang terdiri dari kelas TK A dan TK B, mahasiswa BBK UNAIR menggunakan pendekatan yang kreatif. Mengingat target audiens adalah anak usia dini, materi yang biasanya terasa berat disampaikan melalui media visual yang menarik, dongeng interaktif, dan permainan edukatif.

Para mahasiswa membedah konsep-konsep kompleks seperti empati dan toleransi menjadi bahasa yang sederhana: tidak mengejek nama teman, tidak menyakiti fisik, dan pentingnya berbagi kebahagiaan.

“Kami percaya bahwa karakter dibentuk sejak akar. Dengan mengenalkan perilaku baik sejak dini, kita sedang menanam benih lingkungan sekolah yang aman di masa depan. Fokus kami adalah membuat anak-anak mengerti bahwa perbedaan itu indah, bukan alasan untuk merundung,” ujar Koordinator Program Kerja Bidang Pendidikan BBK UNAIR.

Dukungan Penuh dari Pihak Sekolah

Inisiatif ini disambut hangat oleh pihak sekolah. Kepala TK Kartika Sari, Ibu Nyaminah, menekankan bahwa di usia golden age, anak-anak sangat cepat menyerap informasi dan perilaku di sekitar mereka. Kehadiran mahasiswa dinilai memberikan penyegaran metode pembelajaran yang efektif bagi para siswa.

“Edukasi ini sangat penting agar anak-anak tahu batasan dalam bercanda. Mereka diajarkan untuk saling menyayangi dan menghormati sejak kecil. Kami sangat mengapresiasi mahasiswa UNAIR yang mau turun langsung memberikan pemahaman ini dengan cara yang sangat menyenangkan bagi anak-anak,” ungkap Ibu Nyaminah.

Investasi Jangka Panjang untuk Lingkungan Inklusif

Sepanjang kegiatan, antusiasme terpancar jelas dari raut wajah para siswa. Sesi tanya jawab interaktif menunjukkan bahwa pesan-pesan moral yang disampaikan berhasil ditangkap dengan baik. Mahasiswa tidak hanya memberikan teori, tetapi juga simulasi bagaimana cara melaporkan atau bersikap jika melihat teman yang diperlakukan tidak baik.

Melalui program ini, BBK UNAIR Lamongan berharap dapat menciptakan standar baru dalam lingkungan belajar yang ramah dan inklusif. Dengan menanamkan nilai menghargai sesama sejak dini, diharapkan rantai perundungan dapat diputus sebelum anak-anak tersebut memasuki jenjang pendidikan yang lebih tinggi.

Upaya kecil di sudut Lamongan ini diharapkan menjadi pemantik bagi gerakan serupa di lembaga pendidikan anak usia dini lainnya, demi mencetak generasi emas Indonesia yang berkarakter dan memiliki kecerdasan emosional yang tinggi.