BERITASIBER.COM | LAMONGAN —Ikatan Pengusaha Muslimah Indonesia (IPEMI) Kabupaten Lamongan kembali menginisiasi langkah konkret dalam mendorong kemandirian ekonomi perempuan melalui pelatihan Strategi Marketing dan Personal Branding bagi UMKM di Era Digital.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Kegiatan yang berlangsung di Grand Mahkota Hotel Lamongan, Kamis (18/12/2025), ini menjadi bagian dari upaya penguatan kapasitas pelaku usaha agar mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi.

Puluhan pelaku UMKM, sekitar 70 peserta dari berbagai Koordinator Pengembangan Daerah se-Kabupaten Lamongan, tampak antusias mengikuti pelatihan tersebut. Tidak hanya menyasar anggota internal, kegiatan ini juga terbuka bagi UMKM dari luar daerah yang ingin mengembangkan usaha dan memperluas jaringan bersama IPEMI.

Pelatihan difokuskan pada pemanfaatan teknologi digital sebagai sarana utama pemasaran. Para peserta, mayoritas ibu-ibu pelaku UMKM, dibekali pemahaman agar handphone yang dimiliki dapat dimaksimalkan fungsinya sebagai alat promosi, komunikasi, dan peningkatan penjualan, bukan sekadar digunakan untuk aktivitas hiburan.

Ketua IPEMI Kabupaten Lamongan, Hj. Iis Sumiarsih, S.M, mengatakan bahwa kemampuan membangun personal branding dan memahami strategi marketing digital kini menjadi kebutuhan penting bagi UMKM agar mampu bersaing di tengah perubahan pola belanja masyarakat yang semakin beralih ke platform online.

“Melalui pelatihan ini, kami ingin UMKM perempuan lebih cerdas memanfaatkan teknologi. HP bisa menjadi aset usaha jika digunakan dengan strategi yang tepat, mulai dari promosi produk hingga menjangkau pasar yang lebih luas,” tuturnya.

Selama pelatihan, peserta mendapatkan materi aplikatif yang langsung dapat diterapkan dalam usaha masing-masing. Materi tersebut mencakup penguatan identitas merek, teknik pemasaran online yang efektif, serta strategi penggunaan media digital agar mampu memberikan dampak nyata terhadap peningkatan omzet.

Selain peningkatan kompetensi, kegiatan ini juga diarahkan untuk memperluas jejaring antar pelaku UMKM. Menurut Hj. Iis, kolaborasi dan jaringan yang kuat menjadi salah satu kunci keberhasilan UMKM untuk tumbuh secara berkelanjutan.

“Dengan bertemu dan belajar bersama, pelaku UMKM bisa saling bertukar pengalaman dan membuka peluang kerja sama. Inilah yang terus kami dorong di IPEMI,” jelasnya.

IPEMI Lamongan sendiri secara konsisten menjalankan berbagai program pembinaan UMKM perempuan. Beberapa di antaranya meliputi cooking class, beauty class, study banding, kegiatan peduli lingkungan seperti penanaman pohon, kerja sama lintas organisasi bersama Gabungan Organisasi Wanita (GOW), kegiatan sosial santunan anak yatim, hingga konsolidasi organisasi dengan pengurus wilayah dan daerah se-Jawa Timur.

Sebagai bagian dari agenda organisasi, IPEMI Lamongan juga dijadwalkan berpartisipasi dalam kegiatan fashion show yang diselenggarakan GOW dalam rangka memperingati Hari Ibu, sekaligus menjadi ajang promosi karya dan kreativitas UMKM perempuan.

Melalui pelatihan ini, IPEMI Lamongan menaruh harapan agar para pelaku UMKM semakin siap menghadapi tantangan era digital, mampu membangun citra usaha yang kuat, serta meningkatkan daya saing produk lokal. Dengan bekal pengetahuan dan jaringan yang memadai, UMKM diharapkan dapat berkembang lebih mandiri dan berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.