KlikSiber.com – Program bantuan becak listrik dari Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, mulai memasuki tahap pelatihan bagi para calon penerima manfaat di Kabupaten Banyumas.
Kegiatan pelatihan berlangsung di Balai Desa Kedunggede, Kecamatan Banyumas, pada Selasa (25/11/2025), dan diikuti oleh 100 tukang becak dari berbagai wilayah.
Pelatihan ini menjadi bagian penting dari proses penyaluran becak listrik yang diproduksi oleh PT Pindad. Para peserta diberikan pemahaman mengenai cara pengoperasian, pengisian daya, perawatan dasar, serta prosedur keselamatan agar becak listrik dapat digunakan secara maksimal.
Program Empati dari Presiden Prabowo untuk Tukang Becak Lansia
Anggota DPRD Banyumas dari Fraksi Gerindra, Rachmat Imanda, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan rangkaian dari program bantuan sosial yang diinisiasi langsung oleh Presiden Prabowo dan dilaksanakan melalui Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional (GSN).
“Dua hari lalu unit becaknya sudah datang, kemudian dilakukan penyetelan dan pemasangan stiker. Hari ini pelatihannya, dan selanjutnya kita menunggu jadwal penyerahan secara resmi,” ujar Imanda.
Ia menjelaskan bahwa bantuan ini menyasar para tukang becak berusia lanjut yang mengalami penurunan kemampuan fisik namun tetap membutuhkan pekerjaan untuk memenuhi kebutuhan hidup.
“Pak Prabowo ingin meringankan beban mereka. Dengan becak listrik, diharapkan penghasilan abang becak bertambah karena mereka tidak lagi bergantung pada tenaga mengayuh,” jelasnya.
Total 280 Tukang Becak di Banyumas Jadi Penerima Manfaat
Di Kabupaten Banyumas, total penerima bantuan becak listrik mencapai 280 orang. Adapun syarat penerima meliputi berprofesi sebagai tukang becak, berusia minimal 55 tahun, berdomisili di Kabupaten Banyumas.
Program ini diharapkan dapat meningkatkan produktivitas sekaligus memberikan solusi mobilitas yang lebih ramah lingkungan bagi para pekerja sektor informal.
Testimoni Peserta: Lebih Ringan dan Tidak Menguras Tenaga
Salah satu peserta pelatihan, Darsim, tukang becak berusia 60 tahun asal Pekunden, mengungkapkan rasa syukurnya setelah mencoba mengoperasikan becak listrik.
“Rasanya jauh lebih ringan daripada becak manual. Nanjak pun bisa terbantu. Badan tidak cepat capek seperti biasanya,” ujarnya.
Darsim berharap penggunaan becak listrik ini dapat meningkatkan pendapatannya sehari-hari, terutama karena ia tidak perlu lagi mengeluarkan tenaga besar saat mengayuh di jalur berat.


