KlikSiber.com, LAMONGAN — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Jawa Timur mulai menyalurkan bantuan sebanyak 1,2 juta liter air bersih untuk membantu masyarakat yang terdampak kekeringan di sejumlah wilayah Jawa Timur.
Program kemanusiaan tersebut menyasar 24 kabupaten yang mengalami kebutuhan air bersih, dengan Kabupaten Lamongan menjadi salah satu daerah yang mendapatkan bantuan pada tahap awal. Penyaluran dilakukan secara bertahap dengan mengacu pada data wilayah terdampak yang dihimpun Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Timur.
Wakil Ketua II BAZNAS Provinsi Jawa Timur Bidang Pendistribusian dan Pemberdayaan, Afif Amrullah, mengatakan penyaluran tahap awal dilakukan di sejumlah kabupaten, di antaranya Lamongan, Mojokerto, Malang, Pasuruan, dan Gresik.
Menurutnya, distribusi bantuan akan terus diperluas hingga menjangkau kabupaten lain yang telah masuk dalam daftar penerima berdasarkan kebutuhan masyarakat di lapangan.
“Kami mulai dari Lamongan, kemudian Mojokerto, Malang, Pasuruan, dan juga Gresik. Ini akan terus kami gulirkan untuk beberapa kabupaten yang lain,” ujar Afif saat penyaluran bantuan air bersih di Dusun Dampit, Desa Sumberjo, Kecamatan Lamongan, Sabtu (3/10/2026).
Afif menjelaskan, dari total 1,2 juta liter air bersih yang disiapkan, masing-masing kabupaten mendapatkan alokasi sebanyak 50.000 liter. Dalam pelaksanaannya, BAZNAS berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk menentukan lokasi prioritas sekaligus mengatur teknis distribusi agar bantuan dapat diterima masyarakat yang benar-benar membutuhkan.
Untuk Kabupaten Lamongan, penyaluran awal dipusatkan di Dusun Dampit, Desa Sumberjo, Kecamatan Lamongan. Pada tahap tersebut, sebanyak 15.000 liter air bersih didistribusikan ke tiga titik yang dinilai membutuhkan pasokan air secara mendesak.
“Di Kabupaten Lamongan, distribusi awal dipusatkan di Dusun Dampit, Desa Sumberjo, Kecamatan Lamongan. Sebanyak 15.000 liter air bersih disalurkan ke tiga titik yang mengalami kebutuhan mendesak,” ungkapnya.
Program penyaluran 1,2 juta liter air bersih tersebut dijadwalkan berlangsung secara intensif pada 3 hingga 9 Oktober 2026. Setelah tahapan itu selesai, BAZNAS bersama pihak terkait akan kembali mengevaluasi kondisi dan kebutuhan masyarakat di daerah terdampak kekeringan.
Apabila hasil asesmen menunjukkan masih terdapat wilayah yang mengalami kekurangan air bersih, bantuan lanjutan akan dipertimbangkan dengan menyesuaikan tingkat kebutuhan di lapangan.
“Apabila masih ditemukan daerah yang mengalami kekurangan air bersih, penyaluran bantuan lanjutan akan dipertimbangkan berdasarkan hasil asesmen di lapangan,” jelas Afif.
Sementara itu, Ketua BAZNAS Kabupaten Lamongan, Bambang Eko Muljono, mengatakan upaya penanganan krisis air bersih di Lamongan telah dilakukan bersama BPBD setempat selama beberapa tahun terakhir. Kolaborasi tersebut terutama menyasar wilayah yang secara rutin mengalami kesulitan memperoleh air bersih ketika musim kemarau berlangsung.
Tidak hanya mengandalkan distribusi air sebagai langkah penanganan darurat, BAZNAS Lamongan juga menyiapkan solusi jangka panjang. Salah satunya melalui rencana pembangunan sumur bor di wilayah yang selama ini mengalami persoalan ketersediaan air.
Desa Banggle dan Desa Mragel di Kecamatan Sukorame menjadi lokasi yang mendapat perhatian. Wilayah tersebut disebut mengalami kesulitan air hampir sepanjang tahun sehingga membutuhkan infrastruktur sumber air yang dapat digunakan masyarakat secara berkelanjutan.
Pembangunan sumur bor diharapkan mampu membantu memenuhi kebutuhan air warga, termasuk masyarakat di desa-desa sekitar. Selain sumur bor, pembangunan tandon air juga menjadi salah satu alternatif yang akan dikaji untuk memperkuat ketersediaan air di wilayah rawan kekeringan.
Penyaluran bantuan kali ini sekaligus dimanfaatkan untuk memetakan kebutuhan infrastruktur air di sejumlah daerah. Dengan pemetaan tersebut, penanganan kekeringan diharapkan tidak hanya berorientasi pada bantuan darurat, tetapi juga menyentuh penyelesaian persoalan ketersediaan air dalam jangka panjang.
Melalui program tersebut, BAZNAS Jawa Timur berharap distribusi 1,2 juta liter air bersih dapat membantu memenuhi kebutuhan mendesak masyarakat di 24 kabupaten sekaligus menjadi bagian dari upaya mendorong solusi berkelanjutan bagi daerah yang berulang kali terdampak kekeringan.
“Kami berharap bantuan air bersih ini dapat meringankan kebutuhan masyarakat selama musim kemarau. Ke depan, solusi jangka panjang seperti pembangunan sumur bor dan tandon air juga akan terus dikaji sesuai kebutuhan masing-masing wilayah,” pungkasnya.


