KlikSiber.com, LAMONGAN– Komitmen melestarikan seni dan budaya daerah mengantarkan Roro Putri Titian Asih meraih Juara 1 Pemuda Pelopor Desa Kabupaten Lamongan bidang Seni dan Budaya.
Siswi kelas XI SMAN 1 Lamongan tersebut berharap prestasi yang diraihnya dapat menginspirasi generasi muda untuk terus menjaga warisan leluhur sekaligus mengembangkan kesenian lokal di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital.
Penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi atas kepedulian dan kontribusi Roro dalam mendorong pelestarian kebudayaan daerah. Baginya, seni dan budaya bukan sekadar peninggalan masa lalu, melainkan bagian dari identitas masyarakat yang harus dijaga keberlangsungannya agar tetap dikenal oleh generasi mendatang.
Roro mengungkapkan rasa syukur atas capaian tersebut. Ia berharap prestasi itu tidak hanya menjadi kebanggaan pribadi, tetapi juga mampu menumbuhkan kesadaran generasi muda di Kabupaten Lamongan untuk lebih peduli terhadap kekayaan seni dan budaya daerah.
Hal itu disampaikannya seusai mengikuti upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda di Alun-Alun Lamongan, Rabu (28/10/2026).
Menurut Roro, Kabupaten Lamongan memiliki kekayaan warisan budaya yang beragam dan menjadi potensi besar bagi daerah. Kekayaan tersebut perlu dirawat, dikembangkan, serta diperkenalkan secara berkelanjutan agar tidak tergerus perubahan zaman.
Ia menilai, upaya pelestarian budaya membutuhkan keterlibatan aktif seluruh lapisan masyarakat, terutama kalangan anak muda. Generasi penerus tidak cukup hanya mengenal kesenian tradisional, tetapi juga perlu terlibat langsung dalam berbagai kegiatan yang mendukung keberlangsungan dan pengembangan kebudayaan lokal.
Di tengah perkembangan teknologi yang semakin pesat, Roro melihat adanya peluang besar untuk memperkenalkan seni dan budaya Lamongan melalui media digital. Media sosial dapat dimanfaatkan sebagai sarana publikasi yang efektif untuk menjangkau masyarakat lebih luas, termasuk generasi muda yang akrab dengan penggunaan teknologi dalam kehidupan sehari-hari.
Melalui konten kreatif, dokumentasi kegiatan seni, hingga promosi berbagai tradisi daerah, kebudayaan lokal dapat diperkenalkan dengan pendekatan yang lebih menarik dan mudah diakses. Langkah tersebut diharapkan mampu meningkatkan ketertarikan masyarakat terhadap kesenian tradisional sekaligus memperluas pengenalannya hingga ke luar Kabupaten Lamongan.
Meski demikian, Roro menegaskan bahwa pemanfaatan teknologi harus tetap sejalan dengan upaya menjaga nilai-nilai asli yang terkandung dalam warisan budaya. Modernisasi, menurutnya, dapat menjadi sarana untuk mengembangkan kebudayaan tanpa harus menghilangkan identitas dan makna yang diwariskan oleh para leluhur.
“Sehingga kesenian dan warisan budaya leluhur tidak terlupakan dan tetap berkembang mengikuti era digital,” ujar Roro.
Ia berharap semakin banyak generasi muda yang berani mengambil peran dalam pelestarian budaya, baik melalui komunitas seni, kegiatan pendidikan, maupun pemanfaatan platform digital. Keterlibatan tersebut dinilai penting untuk memastikan kesenian daerah tetap hidup dan mampu beradaptasi dengan perkembangan masyarakat.
Selain menjadi identitas daerah, seni dan budaya juga memiliki potensi untuk memperkenalkan kekhasan Lamongan kepada masyarakat yang lebih luas. Karena itu, diperlukan kolaborasi antara generasi muda, lingkungan pendidikan, komunitas budaya, dan berbagai pihak terkait agar upaya pelestarian dapat berjalan secara berkesinambungan.
Prestasi yang diraih Roro Putri Titian Asih diharapkan menjadi pemantik semangat bagi anak muda lainnya untuk tidak sekadar menjadi penikmat budaya, tetapi turut menjadi pelaku dan penggerak pelestarian tradisi lokal.
“Dengan keterlibatan generasi muda, kesenian dan kebudayaan khas Lamongan diharapkan tetap lestari, semakin dikenal luas, serta mampu mengikuti perkembangan zaman tanpa kehilangan nilai-nilai warisan leluhur,” pungkasnya.


