KlikSiber.com – Peringatan Hari Wayang Nasional 2025 di Kabupaten Banyumas berlangsung meriah. Asia Wangi dan Pepadi Kabupaten Banyumas bekerja sama dengan Dinas Pendidikan Kabupaten Banyumas menggelar kegiatan mewarnai 1.000 wayang untuk siswa SD dan SMP, serta pentas wayang kulit, Minggu (7/11/2025).

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Acara tersebut dibuka langsung oleh Wakil Bupati Banyumas, Dwi Asih Lintarti, sebagai bentuk dukungan pemerintah terhadap pelestarian budaya lokal. Ribuan siswa memadati lokasi kegiatan dengan penuh antusiasme selama mengikuti lomba mewarnai tokoh-tokoh wayang.

Menurut panitia penyelenggara, kegiatan mewarnai wayang bertujuan sebagai langkah pengenalan budaya sejak dini agar anak-anak semakin dekat dan mencintai tradisi pedalangan.

“Wayang merupakan budaya luhur yang sarat filosofi dan nilai pembentuk karakter. Kita ingin anak-anak mengenal wayang bukan hanya sebagai hiburan, tapi sebagai warisan intelektual bangsa,” ujar panitia.

Pementasan Dalang Bocah Jadi Sorotan

Peringatan Hari Wayang Nasional di Banyumas semakin semarak dengan penampilan dua dalang cilik berbakat, yaitu Risang Narendra Dwijawara, juara Festival Dalang Anak 2024, Arshaka Shakeil Tanadinata, siswa kelas 6 SDN 1 Karangpucung.

Aksi kedua dalang cilik ini berhasil memukau para penonton yang hadir. Mereka mampu membawakan lakon dengan percaya diri, dialog khas pedalangan, sekaligus menampilkan teknik sabet secara profesional meski masih di usia sekolah.

Wakil Bupati Banyumas menyampaikan apresiasi kepada para dalang muda tersebut sebagai bukti bahwa regenerasi pelaku seni wayang masih terus berjalan.

Wayang, Warisan Peradaban yang Harus Dijaga

Peringatan Hari Wayang Nasional memiliki makna penting karena mengingatkan masyarakat pada tanggung jawab untuk merawat warisan budaya. Penetapan 7 November sebagai Hari Wayang Nasional merujuk pada pengakuan UNESCO tahun 2003 yang menetapkan Wayang Indonesia sebagai “Masterpiece of the Oral and Intangible Heritage of Humanity.”

Pengakuan tersebut mengukuhkan wayang sebagai Karya seni universal, Media pendidikan karakter dan sosial, Cermin perjalanan peradaban masyarakat Nusantara.

Di tengah derasnya budaya digital, keberadaan Hari Wayang menjadi pengingat agar pelestarian budaya tradisional tidak tergerus oleh zaman.

Pelestarian Lewat Pendidikan dan Teknologi

Pemerintah terus mendorong agar nilai-nilai budaya wayang masuk ke dunia pendidikan melalui Kegiatan ekstrakurikuler pedalangan, Pertunjukan edukatif, Pembelajaran karakter berbasis cerita wayang.

Era digital juga membuka ruang baru bagi pelestarian seni pewayangan, seperti animasi, film, hingga pertunjukan virtual yang dapat menjembatani budaya tradisional dengan kebutuhan generasi muda.

Ajak Masyarakat Berperan daolam Pelestarian

Wakil Bupati Banyumas menegaskan bahwa pelestarian budaya bukan hanya tugas pemerintah dan seniman, melainkan tanggung jawab seluruh masyarakat.

“Melestarikan wayang berarti melestarikan jati diri bangsa. Melalui kegiatan sederhana seperti menonton pentas wayang atau mengenalkan wayang kepada anak, kita sebenarnya sudah menjaga warisan budaya untuk generasi mendatang,” tegasnya.

Peringatan Hari Wayang Nasional 2025 di Banyumas ditutup dengan pesan ajakan bersama untuk terus menjaga dan menghidupkan seni pedalangan sebagai kebanggaan bangsa Indonesia.